<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Artikel Buletin Jum&#039;at</title>
	<atom:link href="http://artikelbuletin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://artikelbuletin.wordpress.com</link>
	<description>Blog ini diterbitkan oleh Lingkar Studi Islam(LSI) Al Ukhuwah Jogjakarta.Email:artikelbuletin@gmail.com</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Mar 2010 23:58:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='artikelbuletin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kumpulan Artikel Buletin Jum&#039;at</title>
		<link>http://artikelbuletin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://artikelbuletin.wordpress.com/osd.xml" title="Kumpulan Artikel Buletin Jum&#039;at" />
	<atom:link rel='hub' href='http://artikelbuletin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>RAMADHAN INI,  Bukanlah Ramadhan Tahun Lalu atau Mendatang</title>
		<link>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/ramadhan-ini-bukanlah-ramadhan-tahun-lalu-atau-mendatang-rahmat-budiyanto/</link>
		<comments>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/ramadhan-ini-bukanlah-ramadhan-tahun-lalu-atau-mendatang-rahmat-budiyanto/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 23:56:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelbuletin</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel buletin]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelbuletin.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183) Jika seseorang yang spesial akan bertandang ke rumah kita, apa yang kita kerjakan? Masing-masing kita pasti memiliki jawaban yang sama; mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangannya! Dan persiapan itu tentu akan berlipat ganda apabila kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=80&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”<br />
(QS. Al-Baqarah: 183)</p>
<p>Jika seseorang yang spesial akan bertandang ke rumah kita, apa yang  kita kerjakan? Masing-masing kita pasti memiliki jawaban yang sama; mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangannya! Dan persiapan itu tentu akan berlipat ganda apabila kita tahu bahwa itu adalah kesempatan terakhir yang kita miliki.<br />
Ramadhan adalah tamu yang sangat spesial. Para sahabat nabi senantiasa menunggu-nunggu kehadirannya. Bukan dengan berpangku tangan, namun dengan segudang amalan. Dari Abu Huroiroh ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda:<br />
“Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu jannah, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu”. (HR. Mutafaqun ‘Alaih). <span id="more-80"></span><br />
Ramadhan hampir tiba, masjid-masjid mulai ramai, berbagai kegiatan mulai diadakan untuk menyambutnya. Sebentar lagi kemaksiatan akan berhenti, paling tidak untuk beberapa saat. Kesempatan untuk meraih pahala dan menjauhi maksiat terbuka. Alhamdulillah, ramadhan masih menghampiri kita. Allah bermurah kepada kita dengan memberikan peluang emas, yaitu umur! Memang, jatah umur kita lebih kecil dibandingkan dengan umur umat terdahulu, tetapi Allah memberikan kesempatan  yang pahalanya seperti pahala umat-umat terdahulu yang berumur panjang. Allah telah melipatgandakan pahala umat ini sebagaimana sabda Nabi SAW:<br />
“Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh sampai tujuh ratus kebaikan semisalnya. Allah berfirman, “Kecuali puasa, sesungguhnya ia bagi-Ku dan Aku yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwat karena Aku, bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan, kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Robbnya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi dari misk di sisi Allah” (HR. Muslim).<br />
Setiap kewajiban yang diberikan oleh  Allah selalu diiringi  balasan yang berlipat ganda khususnya ibadah di bulan Ramadhan. Pada bulan ini ada satu malam yang kemuliaannya lebih dari seribu bulan, coba renungkan, …. seribu bulan itu bisa melebihi rata-rata umur kita dan malam kemuliaan itu tidak hanya datang sekali saja, tetapi beberapa kali. Allah Ta’ala berfirman:<br />
“Malam Lailatul Qodr  itu lebih baik dari seribu bulan”.(QS. Al-Qodr: 3)<br />
Tidak hanya itu, Allah menjanjikan bagi orang yang berpuasa itu kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Simaklah hadits berikut:<br />
“Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di Jannah ada pintu yang bernama Ar-Royyan, akan masuk darinya pada hari akhir  kelak, orang-orang yang berpuasa. Tidak seorangpun yang masuk bersama mereka kecuali orang-orang yang berpuasa. “Dikatakan: “Mana orang-orang yang berpuasa, maka masuklah mereka hingga apabila telah masuk orang terakhir, maka ditutuplah pintu itu dan tak seorangpun yang akan memasukinya” (HR. Muslim).<br />
Bahkan dalam sumber lain yang shahih, Allah Ta’ala akan memberikan berbagai kenikmatan bagi para Shaaimiin seperti: akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,  mendapat syafa’at dari puasa dan al-quran, perisai dari api naar dan dari serangan syetan, serta keutamaan lain yang berlipat-lipat. Sekali lagi, itu adalah wujud kemurahan Allah kepada kita. Jika kita ingat nikmat-nikmat Allah tersebut, maka terketuklah hati kita untuk mensyukurinya dengan benar.  </p>
<p>1<br />
Namun ada banyak pertanyaan yang seharusnya tertuju kepada diri kita: Apakah kita termasuk orang-orang yang mendapatkan nikmat-Nya? Adakah kita manfaatkan kesempatan berharga itu? Atau berlalu begitu saja kesempatan itu dengan ucapan: “Ah…besok kan masih ada ramadhan lagi?”</p>
<p>Ikhwah fillah, sadarkah kita bahwa ramadhan ini bukanlah ramadhan tahun lalu dan juga yang akan datang? Ramadhan tahun lalu ibarat jejak langkah yang masih tersimpan dalam ingatan kita, baik ketaatan, kemaksiatan, kesia-siaan, maupun setumpuk kenangan lainnya. Itu semua tidak dapat diulang tahun ini, hanya sebagai ibroh untuk evaluasi kita. Begitu juga ramadhan yang akan datang, ibarat bayangan yang belum jelas gambarannya, apakah kita masih diberi kesempatan untuk menjumpainya, atau Allah memanggil kita untuk menghadapnya?<br />
Maka dua kesempatan itu tidak bisa kita andalkan! Satu-satunya yang dapat kita andalkan adalah ramadhan saat ini! Saat yang masih ada dalam genggaman tangan kita, ibarat mata uang yang siap untuk ditukar. Jika kita lewatkan, ibarat kita melepaskan mata uang tersebut dan pasti kita tidak mempunyai peluang yang sama lagi di waktu lain.<br />
Oleh karena itu, mari kita persiapkan diri kita untuk menyambut bulan yang agung dan penuh barokah ini. Langkah persiapan tersebut antara lain:</p>
<p>1.	Mengkaji ulang Fikih Shiyam dan Manajemen Ramadhan, inilah langkah yang utama. Sebab seseorang haruslah berilmu sebelum beramal, apalagi bagi para dai/daiyah yang akan melaksanakan tugas dakwah. Hal ini dapat ditempuh antara lain dengan mengikuti training/pelatihan, dauroh, atau membaca sumber-sumber yang shahih.<br />
2.	Mempertebal keimanan, terutama keimanan kepada hari akhir. Keimanan memiliki andil yang sangat besar terhadap kesungguhan dalam beramal. Jika kita yakin bahwa kenikmatan dan kesengsaraan yang hakiki ada di akhirat, sedangkan kehidupan di dunia hanyalah kesenangan sementara, maka kita-yang cerdas dan berakal- akan mengutamakan hal-hal yang mendukung kesuksesan di akhirat, dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.<br />
3.	Berazam/bertekad bulat untuk tidak menyia-nyiakan ramadhan, yaitu memanfaatkan setiap detik ramadhan untuk beramal shalih, misalnya Qiyamullail (Tarwih), Tadarus Al-Qur’an, Shodaqoh,  Kajian Keislaman, dan I’tikaf  pada 10 hari akhir ramadhan.<br />
4.	Berdoa kepada Allah, sebagaimana dituntunkan Rasulullah apabila mendekati bulan Ramadhan: “Alloohumma Baariklanaa fii Sya’ban, wa Ballighnaa Romadhoon” (“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”).</p>
<p>Demikianlah muhasabah sebelum kita beramal di Bulan Ramadhan yang beberapa hari lagi akan datang. Tidak selayaknya kita menyambut dengan apa adanya, tanpa kesungguhan (mujahadah), tanpa perencanaan, sehingga hanya mengalir “seperti biasanya” tanpa makna. Mari kita siapkan! Sekarang…. Atau…kita akan rugi! Fastabiqul Khairaat.  </p>
<p>Maraji’:<br />
1.	Risalah Ramadhan, Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim<br />
2.	Al-waqtu anfaasun laa ta’uudu, Abdul Malik al Qasim<br />
3.	Sifat Puasa Nabi, Syaikh Salim bin Ied Al Hilaly</p>
<p>*    Makalah ini disampaikan dalam  acara “Dauroh Ramadhan 1428 H” MDM Al’Izza – MDI   Ummahaatul Ghodd, Sabtu-Ahad, 1-2 September 2007<br />
**   Ketua Yayasan Studi Islam Al-Bayan  Bantul</p>
<p>2</p>
<p>Dari Redaksi<br />
Alhamdulillaah, Ramadhan hampir tiba. Bulan yang agung dan penuh barakah. Amalan seorang hamba akan dilipatgandakan pahalanya.<br />
Rasulullah bersabda: “Telah datang  kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang Agung dan diberkahi. Allah mewajibkan shiyam atasmu di bulan itu,  Dan pada bulan itu, pintu-pintu jannah dibuka, pintu-pintu naar ditutup, dan syetan-syetan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya,  dia tidak memperoleh apa-apa sama sekali” (HR. Ahmad dan An- Nasa’iy).<br />
Semoga Allah Ta’ala memberkahi kita di bulan Sya’ban, dan menyampaikan kita kepada bulan ramadhan. Amien.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelbuletin.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelbuletin.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelbuletin.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelbuletin.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelbuletin.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelbuletin.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelbuletin.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelbuletin.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelbuletin.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelbuletin.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelbuletin.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelbuletin.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelbuletin.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelbuletin.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=80&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/ramadhan-ini-bukanlah-ramadhan-tahun-lalu-atau-mendatang-rahmat-budiyanto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a17abce3b59ce30400d743b3775ac3a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelbuletin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DETIK-DETIK YANG MENENTUKAN…</title>
		<link>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/detik-detik-yang-menentukan%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/detik-detik-yang-menentukan%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 23:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelbuletin</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel buletin]]></category>
		<category><![CDATA[Pernik Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelbuletin.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dikerjakannya untuk hari esok (akhirat). Dan Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasyr : 18) Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah menghiasi bulan-bulan dengan bulan Ramadhan. Dia menjadikan bulan Ramadhan penuh dengan rahmat, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=78&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dikerjakannya untuk hari esok (akhirat). Dan Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”<br />
(QS. Al-Hasyr : 18)</p>
<p>Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah menghiasi bulan-bulan dengan bulan Ramadhan. Dia menjadikan bulan Ramadhan penuh dengan rahmat, barokah, dan pengampunan. Dia pula yang memilih di antara hamba-hamba-Nya yang beriman, untuk mendapatkan lailatul qadar (malam kemuliaan).  Shalawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam naungan petunjuk-Nya.<span id="more-78"></span><br />
Saudaraku muslim…<br />
Di dunia ini ada dua pasar…Pertama, pasar yang fana. Barang dagangannya tidak lain hanyalah sesuatu untuk bersenang-senang di dunia, dengan masa pakai  yang terbatas. Pengunjungnya adalah semua orang, baik anak-anak, remaja maupun  dewasa, lelaki- perempuan, semuanya berlomba untuk mengerumuninya.<br />
Adapun pasar yang lain adalah pasar yang abadi…Barang dagangannya adalah amal shalih, dzikir, serta ketaatan kepada-Nya. Allah berfirman : “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb mu serta lebih baik untuk menjadi harapan” (QS. Al-Kahfi : 46).<br />
Berapa banyak orang yang asing dengan pasar yang satu ini? Tidak ada yang mengunjunginya kecuali sedikit sekali! Sedangkan sebagian besar manusia telah lalai dari barang dagangan ini.<br />
Berapa banyak orang yang terhalang dari kebaikan, yaitu orang yang bersegera menuju pasar yang fana tetapi lalai dari pasar yang  kekal? Orang-orang seperti ini tidak tahu bahwa nanti akan datang suatu hari yang barang-barang dagangan di pasar kekal akan menjadi sangat mahal. Bahkan tiada yang dapat memperoleh kecuali mereka yang telah mengambilnya sebelum datang kematian. Itulah perdagangan yang menguntungkan (ketaatan dan amal-amal shaleh). Lalu, bagaimanakah posisi kita dengan perdagangan tersebut ?<br />
Saudaraku muslim…<br />
Janganlah kita termasuk dalam golongan orang-orang yang profesional dalam perdagangan fana yang menggelincirkan, tetapi gagal dalam perdagangan kekal yang menguntungkan, dengan barang dagangan yang teramat mahal (ketaatan dan amal shaleh).<br />
Saudaraku muslim<br />
Telah datang kepada kita perdagangan yang menguntungkan!!<br />
Inilah saat kita bertemu dengan bulan yang  ramah, penuh pengampunan, dan bulan yang penuh amal shaleh. Saudaraku…Apakah kita termasuk orang-orang yang bersegera kepada kebajikan dan mencium semerbak wangi bulan suci ini? Saudaraku…Bersegera menuju kebaikan-kebaikan dan amal shaleh adalah simpanan yang mahal! Sedikit sekali orang yang mengetahui mahalnya nilai kebaikan tersebut.<br />
Saudaraku muslim…Berapa banyak anak Adam yang menyia-nyiakan waktunya  begitu saja tanpa amal mulia! Ketahuilah, bahwa hari-hari ini bak ladang, seakan-akan dikatakan kepada manusia : “Setiap kali anda menanam satu biji maka kami akan mengeluarkan hasilnya untukmu seribu takaran besar”. Maka bolehkah  orang  berakal  untuk berhenti dan berlambat-lambat dari menyemai benih?<br />
Allah ta’ala berfirman: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa”….(QS. Ali Imron : 133).<br />
Rasulullah shalallallahu’alaihi wasallam bersabda:<br />
“Bersegeralah untuk beramal (sebelum) muncul fitnah seperti munculnya malam yang gulita! Pada pagi hari seseorang dalam kondisi iman, pada sore harinya menjadi kafir! Atau pada waktu sore hari dalam kondisi beriman, lalu pada pagi harinya menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan nilai dunia! (HR.Muslim).<br />
Sa’id bin Zubair  Radiyallahu’anhu berkata: “Bersegeralah mengerjakan amal-amal shaleh (menuju pengampunan dari Rabbmu) ia berkata : terhadap dosa-dosamu!<br />
         Saudaraku muslim….<br />
Bulan Ramadan telah berjalan lebih dari setengahnya. Berarti bulan yang penuh barokah akan segera lewat dengan kebaikan-kebaikannya, dengan bau harumnya, dan ia akan membawa mutiara yang begitu mahal dan langka (sepuluh hari terakhir). Maka bersegeralah saudaraku untuk memanfaatkan hari-hari yang masih tersisa…Boleh jadi untuk bulan Ramadhan berikutnya kita  telah tiada…<br />
Imam Ahmad bin Hambal berkata : “Segala sesuatu yang baik-baik harus dilakukan dengan segera”.<br />
 Maka janganlah kita termasuk dalam golongan orang-orang yang menyesal karena kehilangan saat-saat mulia ini. Janganlah kita kotori bulan yang suci ini  dengan kotoran kemaksiatan; berkata jorok, marah, mengumpat, dusta, ghibah, adu domba, pornografi, dan perbuatan sia-sia (lagho).<br />
Imam Ibnu Rajab Rahimahullah berkata : “Orang-orang yang penuh cinta merasakan lamanya malam, dan menghitung malam demi malam menunggu sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan! Maka ketika mereka berhasil menjumpainya, mereka pun mendapatkan apa yang diinginkannya dan bersunggguh-sungguh menggunakan hari-hari yang dicintainya”.<br />
Oleh karena itu marilah kita manfaatkan detik-detik menjelang akhir ramadhan ini dengan amal-amal shalih, antara lain:<br />
1.  Melaksanakan I’tikaf, yaitu berdiam di dalam masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah dan tekun dengan amal-amal shalih (dzikir, doa, qiroatil quran, taubat nasuha, dan lain-lain). Waktunya adalah pada sepuluh hari akhir, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari. Aisyah r.a. berkata: “Bahwa Rasulullah beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, sampai beliau diwafatkan Allah, kemudian para isterinya selalu beri’tikaf sepeninggal beliau” (HR. Bukhori dan Muslim)<br />
2.  Bersungguh-sungguh dalam melakukan sholat malam dan  menjaga kontinuitasnya. Aisyah r.a. berkata: “Rasulullah bermujahadah pada sepuluh hari terakhir melebihi hari-hari lainnya” (HR. Muslim)<br />
3.  Bertekad bulat untuk mendapatkan lailatul qodar, dengan memperbanyak ibadah, membersihkan diri, memakai pakaian yang bagus dan wewangian. Sabda Rasululllah SAW: …”Dapatkanlah lailatul qodar pada hari-hari ganjil pada sepuluh hari terakhir dalam bulan Ramadhan” (HR. Bukhori). Dari Aisyah r.a., Saya bertanya: “Ya Rasulullah, kalau saya tahu malam itu adalah malam lailatul qodar, apa yang pantas saya ucapkan pada saat itu?” Beliau menjawab: “Alloohumma innaka ‘afuwwuun, tuhibbul ‘afwaa fa’fu’annii” (“Ya Allah, Sungguh Engkau Maha Pengampun, Engkau suka memberi ampun, maka berilah ampun kepadaku”)(Shahih al-Jami’)<br />
4.  Menunaikan Zakat, baik zakat fithri maupun zakat maal, yang ketentuannya sudah banyak dijelaskan para ‘ulama. Dari Ibnu Abbas r.a. : Rasulullah SWAW mewajibkan zakat fithri sebagai pensuci  orang-orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan kejorokan, dan sebagai pemberi makan bagi fakir miskin” (HR. Abu Dawud)<br />
5. Melaksanakan shalat ‘Idul Fithri, diawali dengan mandi,  mengenakan pakaian terbaik, wewangian,  serta makan terlebih dahulu. Sholat dikerjakan di tanah lapang bersama kaum muslimin. Rasulullah SAW selalu mengambil jalan yang berbeda setiap berangkat dan pulang dari sholat ‘Ied.<br />
      Demikianlah sekelumit harapan dan himbauan dalam memanfaatkan detik-detik yang menentukan di bulan ramadhan ini. Semoga kita termasuk hamba –Nya yang beruntung dalam perdagangan yang kekal. Amien.</p>
<p>Maraji’:<br />
1. Risalah Ramadhan, Abdullah bin Ibrahin Al-Jarullah<br />
2. Shifatush Shoumun-Nabiy, Salim ‘Ied Al-Hilaly<br />
3. 30 Renungan Ramadhan, ‘Aidh Abdullah al Qorni<br />
4. Mutiara Hikmah di 10 Akhir Ramadhan, Azhari Ahmad Mahmud, </p>
<p>DARI REDAKSI</p>
<p>Ada dua golongan manusia dalam menyikapi Ramadhan, pertama: bisa jadi mereka termasuk pada golongan orang-orang yang mencari bekal dari kebaikan-kebaikannya, yang beruntung dengan buahnya yang mahal (pembebasan dari api neraka!), ke dua: boleh jadi mereka termasuk dalam golongan orang-orang yang diharamkan dari kebaikan-kebaikannya, orang-orang yang lengah…yang mana Ramadhan telah habis sementara ia belum berbekal dengan amal-amal baik padanya!<br />
Maka barangsiapa yang seperti ini, ia betul-betul menjadi orang yang diharamkan dari kebaikan-kebaikannya.<br />
Saudaraku muslim…,Sesunggguhnya sesuatu yang termahal pada bulan yang mulia ini adalah sepuluh malam terakhir, dan sesuatu yang termahal pada malam-malam tersebut adalah malam mulia yaitu lailatul qadar!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelbuletin.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelbuletin.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelbuletin.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelbuletin.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelbuletin.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelbuletin.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelbuletin.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelbuletin.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelbuletin.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelbuletin.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelbuletin.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelbuletin.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelbuletin.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelbuletin.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=78&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/detik-detik-yang-menentukan%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a17abce3b59ce30400d743b3775ac3a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelbuletin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DZIKIR BERJAMAAH:  ANTARA PRO DAN KONTRA*</title>
		<link>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/dzikir-berjamaah-antara-pro-dan-kontra/</link>
		<comments>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/dzikir-berjamaah-antara-pro-dan-kontra/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 23:47:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelbuletin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel buletin]]></category>
		<category><![CDATA[Pernik Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelbuletin.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[A. IFTITAH Dzikir berjamaah seakan telah mendarah daging di masyarakat luas, terutama di tanah air kita Indonesia. Secara umum dapat dipahami, bahwa dzikir berjamaah biasanya dikaitkan dengan peristiwa kematian, sebagai bentuk acara peringatan terhadap kematian seseorang. Tetapi juga dalam acara hajatan sebagai wasilah untuk memohon keselamatan dan ampunan dari Alloh. Dzikir ini dipimpin oleh satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=74&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. IFTITAH</p>
<p>Dzikir berjamaah seakan telah mendarah daging di masyarakat luas, terutama di tanah air kita Indonesia. Secara umum dapat dipahami, bahwa dzikir berjamaah biasanya dikaitkan dengan peristiwa kematian, sebagai bentuk acara peringatan terhadap kematian seseorang. Tetapi juga dalam acara hajatan sebagai wasilah untuk memohon keselamatan dan ampunan dari Alloh. Dzikir ini dipimpin oleh satu orang, kemudian dibaca bersama-sama (koor) oleh semua hadirin, dan bahkan kadang memunculkan dampak yang sama (menangis bersama).<br />
Apalagi acara-acara serupa juga diblow-up oleh media massa dengan menampilkan sosok muballigh kharismatik, sehingga menjadi acuan bagi masyarakat luas.<br />
Bagaimana islam memandang hal tersebut? Sudah saatnya kita mengkaji  lebih dalam tentang  dzikir dan tata caranya, sehingga  amal tersebut memenuhi syarat, yaitu Ikhlas dan Ittiba’. Alhamdulillah, dewasa ini animo masyarakat semakin tinggi untuk mempelajari islam secara benar. <span id="more-74"></span></p>
<p>B. PENGERTIAN DAN DALIL TENTANG DZIKIR</p>
<p>Dzikir secara bahasa adalah mengingat. Dzikir menurut syariat adalah mengucapkan lafadz-lafadz yang dianjurkan untuk banyak memuji Alloh, seperti: subhaanalloh, wal hamdulillaah (Fathul Baari).  Sedangkan menurut Fiqh Sunnah (Sayyid Sabiq, Jilid 3-4), dzikir adalah apa-apa yang dilaksanakan oleh hati dan lisan berupa tasbih (penyucian), tahmid (puji-pujian), dan takbir (pengagungan) bagi Alloh Ta’ala.<br />
Dzikrulloh berarti mengingat dan memuji Alloh. Dzikrulloh juga berarti menjalankan apa yang diperintahkan Alloh Ta’ala atau dituntunkan Rasulullah SAW, seperti: qiroatil quran, mendalami hadits, menjalankan sholat sunnat, serta menyebut nama Alloh dengan hati dan lisan (Fathul Baari). Dikuatkan dengan pendapat Said bin Zubair r.a., bahwa setiap orang yang beramal karena Alloh demi mentaati perintah-Nya, maka ia sedang melakukan dzikrulloh.<br />
Majelis Dzikir adalah berkumpulnya kaum muslimin untuk mendalami ilmu tentang Firman Alloh, Sunnah Rasululloh, dan Keteladanan orang-orang sholih,  serta bebas dari bid’ah dan bersih dari kemaksiatan (Imam Qurtubi). Adapun menurut Sahabat Atho’ r.a, Majelis Dzikir adalah berkumpulnya kaum muslimin untuk membahas halal-haram, hukum jual-beli, nikah-talaq, sholat, shoum, hajji, dan urusan dien lainnya.<br />
Dalil-dalil yang tentang perintah berdzikir sangat banyak, antara lain:<br />
1.   Q.S. Al-Ahzab : 41<br />
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, dzikir yang sebanyak-banyaknya”<br />
Menurut Tafsir Al-Maraghi, dzikir sebanyak-banyaknya  dalam ayat di atas adalah mengingat Alloh dengan hati, lisan, dan anggota badan dalam segala keadaan sekuat tenaga, karena Dialah yang telah memberi bermacam-macam nikmat. Sedangkan Tafsir UII menjelaskan: Dzikir sebanyak-banyaknya dilakukan pada waktu pagi hari sebagai rasa syukur kepada Alloh yang telah menghidupkan kita setelah mati (tidur), sehingga masih menjumpai lembaran hidup yang baru. Adapun pada sore hari  sebagai rasa syukur kepada Alloh atas Taufiq dan Hidayah-Nya sehingga kita dapat mencari rizki dan memenuhi hajat. Sahabat Mujahid r.a. menjelaskan, “Tidak dikatakan banyak berdzikir kepada Alloh kecuali seseorang yang berdzikir kepada Alloh di waktu duduk, berdiri, dan berbaring”.<br />
2.   QS. Al-Baqoroh :152: Perintah berdzikir dan bersyukur kepada Alloh<br />
3.   QS. Al-A’raaf : 205  :  Perintah berdzikir dengan rasa takut, merendahkan suara (sirr)<br />
4.   QS. Al-Hijr : 9          :  Adz-Dzikr, nama lain Al Quran sebagai jalan mengingat Alloh<br />
5.   QS. Ali Imro :191     : Orang-orang yang mengingat Alloh  sambil  berdiri, duduk, berbaring</p>
<p>1<br />
C. KOREKSI TENTANG  DZIKIR BERJAMAAH</p>
<p>1.   Dalil-dalil yang digunakan untuk membenarkan dzikir berjamaah adalah dalil umum, sementara ditekankan untuk amalan khusus<br />
 Contoh:<br />
QS. Al-Ahzab : 41<br />
“Hai orang-orang yang beriman, dzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh,  dzikir yang sebanyak-banyaknya”<br />
Dalam ayat tersebut, tidak ada ahli tafsir yang menjelaskan bentuk dan cara berdzikir dengan berjamaah. Juga tidak ada ketentuan tentang jumlah bilangan, tempat, dan peristiwa sebagaimana yang dilakukan sebagian besar kaum muslimin saat ini.<br />
2.   Dzikir adalah ibadah, sehingga dalilnya pun harus jelas. Hal ini sesuai kaidah fiqh : “Segala bentuk ibadah itu tertolak  sebelum ada dalil yang memerintahkannya”. Sebenarnya banyak dzikir dan doa yang shohih, tetapi jarang diamalkan oleh seorang muslim. Misalnya dalam Kitab : Kalimah Thoyyibah (Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah)<br />
3.  Dzikir adalah amalan harian, bahkan rutinitas yang pengamalannya pasti dilihat oleh para sahabat dari praktik Rosulullah SAW dan mereka mengikutinya. Tetapi para sahabat tidak menjumpai amalan dzikir berjamaah ini baik ucapan, praktik, maupun persetujuan beliau SAW, sehingga dzikir berjamaah ini mustahil sebagai amalan yang shohih. Berbeda dengan dalil-dalil tentang thoharoh, sholat, perawatan jenazah, shoum, qurban, haji yang dapat dilihat jelas lalu dicontoh oleh para sahabat.<br />
4.  Dzikir berjamaah ternyata disukai oleh orang-orang yang cenderung  dan suka bid’ah dari     kalangan sufi mubtadi’ah. Maka kenyataan ini melengkapi posisi dzikir berjamaah yang tidak disyariatkan.<br />
5.  Beberapa sahabat seperti Ibnu Mas’ud  r.a. dan Khabbab bin Irts r.a. justru telah menegur orang-orang yang melakukan dzikir berjamaah. Pada waktu itu ada sekumpulan orang berdzikir menggunakan hitungan kerikil, dipimpin oleh satu orang, lalu Ibnu Mas’ud berkata: “Sesungguhnya belum usang pakaian para sahabat, tetapi kamu telah membuat syariat baru dalam agama ini!”<br />
6.   Dzikir berjamaah terlarang menurut Empat Imam Madzhab, Dalam hal ini Imam Syafii rhm membolehkan dzikir jamaah beberapa kali dalam rangka mengajari orang-orang yang belum bisa. Tetapi beliau lebih cenderung bahwa dzikir itu dilakukan sendiri-sendiri. </p>
<p>D. KHOTIMAH</p>
<p>Alloh Ta’ala dan Rasululloh SAW telah menetapkan cara berdzikir seperti yang terungkap dalam surat Al-A’raaf : 205 dan QS. Ali Imron : 191, bahwa dzikir dilakukan dengan  takut dan merendah (khusyu’ dan khudlu’), suasana lirih (sirr), serta dalam kondisi duduk, berdiri, dan berbaring. Dalam banyak kondisi disebutkan cara berdzikir Rasulullah SAW, tetapi tak satupun yang menunjukkan dzikir bersama dipimpin satu komando.<br />
Tulisan ini diharapkan dapat menjadi titik tolak untuk melakukan dakwah jamaah, memurnikan ibadah, dengan tetap memegang adab-adab dan tahapan dakwah. Secara wawasan, dalil-dalil tentang dzikrulloh ini seharusnya disampaikan kepada ummat. Adapun pada tataran praktik, secara bertahap dan istiqomah dapat diterapkan sesuai tingkat pemahaman dan kesiapan ummat islam. Wallohu waliyyut taufiq.</p>
<p>Maraji’:<br />
1.	Tafsir Al-Maraghi<br />
2.	Tafsir Al quranul Karim, UII<br />
3.	Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq<br />
4.	Kalimah Thoyyibah, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
*   Makalah disampaikan dalam Kajian Kunsiroh PCM Pandak Barat,  Ramadhan 1430 H<br />
** Bidang Dakwah dan Pengkaderan PCM Pandak Barat</p>
<p>2<br />
PENJERNIHAN<br />
PRAKTIK  DZIKIR BERJAMAAH </p>
<p> “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang”<br />
(QS. Al-Ahzab : 41-42)</p>
<p>MUQODIMAH</p>
<p>Ibnu Taimiyyah rahimahulloh, seorang ahli manajemen qolbu berkata: “Dzikir bagi seorang mukmin ibarat air bagi seekor ikan”. Artinya adalah seorang mukmin harus selalu dalam keadaan berdzikir sehingga jiwanya tetap hidup sebagaimana seekor ikan di dalam air yang dapat leluasa bergerak, mencari makan, dan berkembang biak. Dengan kata lain seorang mukmin yang tidak menghidupkan dzikir ibarat ikan yang terpisah dari air. Innalillaah…tentu akan mati.<br />
Namun air yang bagaimanakah yang baik untuk kehidupan ikan? Apakah air bersih ataukah air yang tercemar oleh racun? Pertanyaan ini senada dengan dzikir yang bagaimanakah yang bernilai ibadah,  menghidupkan jiwa,  dan mendekatkan kita kepada Alloh?<br />
Islam sebagai agama yang sempurna telah menjelaskan konsep syarat diterimanya suatu amaliah-termasuk dzikir-yaitu: ikhlash mengharap ridlo Alloh Ta’alaa semata dan ittiba’, mengikuti tuntunan Rasululloh  Shollalloohu ‘alaihi wa sallam. Fenomena yang Insya Alloh akan diangkat dalam tulisan ini adalah renungan seputar dzikir berjamaah yang dilakukan sebagian besar umat islam.<br />
Dzikir berjamaah seakan telah mendarah daging di masyarakat luas, terutama di Indonesia. Secara umum dapat dipahami, bahwa dzikir berjamaah biasanya dikaitkan dengan peristiwa kematian, sebagai bentuk acara peringatan dan doa untuk si mayit. Tetapi juga dalam acara hajatan sebagai wasilah untuk memohon keselamatan dan ampunan dari Alloh. Terakhir, dzikir berjamaah sering digunakan oleh lembaga pendidikan untuk hajat yang penting, misalnya agar semua siswa sukses menghadapi Ujian Nasional.  Dzikir ini dipimpin oleh satu orang yang dituakan, kemudian dibaca bersama-sama (koor) oleh semua hadirin, dan bahkan kadang memunculkan dampak yang sama (menangis bersama).<br />
Apalagi acara-acara serupa juga diblow-up oleh media massa dengan menampilkan sosok muballigh kharismatik, sehingga menjadi acuan (syariat) bagi masyarakat luas.<br />
Bagaimana islam memandang hal tersebut? Sudah saatnya kita mengkaji  lebih dalam tentang  dzikir dan tata caranya, sehingga  amal tersebut memenuhi syarat, yaitu Ikhlas dan Ittiba’. Alhamdulillah, dewasa ini animo masyarakat semakin tinggi untuk mempelajari islam secara benar. </p>
<p>PENGERTIAN DAN DALIL TENTANG DZIKIR</p>
<p>Dzikir secara bahasa adalah mengingat. Dzikir menurut syariat adalah mengucapkan lafadz-lafadz yang dianjurkan untuk banyak memuji Alloh, seperti: subhaanalloh, wal hamdulillaah (Fathul Baari).  Sedangkan menurut Fiqh Sunnah (Sayyid Sabiq, Jilid 3-4), dzikir adalah apa-apa yang dilaksanakan oleh hati dan lisan berupa tasbih (penyucian), tahmid (puji-pujian), dan takbir (pengagungan) bagi Alloh Ta’ala.<br />
Dzikrulloh berarti mengingat dan memuji Alloh. Dzikrulloh juga berarti menjalankan apa yang diperintahkan Alloh Ta’ala atau dituntunkan Rasulullah SAW, seperti: qiroatil quran, mendalami hadits, menjalankan sholat sunnat, serta menyebut nama Alloh dengan hati dan lisan (Fathul Baari). Dikuatkan dengan pendapat Said bin Zubair r.a., bahwa setiap orang yang beramal karena Alloh demi mentaati perintah-Nya, maka ia sedang melakukan dzikrulloh.<br />
Majelis Dzikir adalah berkumpulnya kaum muslimin untuk mendalami ilmu tentang Firman Alloh, Sunnah Rasululloh, dan Keteladanan orang-orang sholih,  serta bebas dari bid’ah dan bersih dari kemaksiatan (Imam Qurtubi). Adapun menurut Sahabat Atho’ r.a, Majelis Dzikir adalah berkumpulnya kaum muslimin untuk membahas halal-haram, hukum jual-beli, nikah-talaq, sholat, shoum, hajji, dan urusan dien lainnya.<br />
Dalil-dalil yang menjelaskan tentang perintah berdzikir sangat banyak, antara lain:<br />
1.   Q.S. Al-Ahzab : 41<br />
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, dzikir yang sebanyak-banyaknya”<br />
Menurut Tafsir Al-Maraghi, dzikir sebanyak-banyaknya  dalam ayat di atas adalah mengingat Alloh dengan hati, lisan, dan anggota badan dalam segala keadaan sekuat tenaga, karena Dialah yang telah memberi bermacam-macam nikmat. Sedangkan Tafsir UII menjelaskan: Dzikir sebanyak-banyaknya dilakukan pada waktu pagi hari sebagai rasa syukur kepada Alloh yang telah menghidupkan kita setelah mati (tidur), sehingga masih menjumpai lembaran hidup yang baru. Adapun pada sore hari  sebagai rasa syukur kepada Alloh atas Taufiq dan Hidayah-Nya sehingga kita dapat mencari rizki dan memenuhi hajat. Sahabat Mujahid r.a. menjelaskan, “Tidak dikatakan banyak berdzikir kepada Alloh kecuali seseorang yang berdzikir kepada Alloh di waktu duduk, berdiri, dan berbaring”.<br />
2.	QS. Al-Baqoroh :152: Perintah berdzikir dan bersyukur kepada Alloh<br />
“Karena itu, ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, bersyukurlah kepada-Ku, jangan kamu mengingkari (nikmat)-Ku”<br />
3.	QS. Al-A’raaf : 205 :  Perintah berdzikir dengan rasa takut, merendahkan suara (sirr)<br />
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”<br />
4.   QS. Al-Hijr : 9 :  Adz-Dzikr, nama lain Al Quran sebagai jalan mengingat Alloh<br />
“Sesungguhnya Kami yang menurunkan  Adz-Dzikr (Al Quran) dan  sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya<br />
5.   QS. Ali Imron :191 : Karakteristik Ulul albaab, orang-orang yang berakal<br />
“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri, duduk, atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Robb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, dan peliharalah kami dari siksa neraka”  </p>
<p>KOREKSI TENTANG  DZIKIR BERJAMAAH</p>
<p>Berdasarkan pengertian dan dalil-dalil shahih yang dikemukakan di atas, diperoleh penjelasan sebagai berikut:<br />
1. Dalil-dalil yang digunakan untuk membenarkan dzikir berjamaah adalah dalil umum, sementara ditekankan untuk amalan khusus<br />
 Contoh:<br />
QS. Al-Ahzab : 41<br />
“Hai orang-orang yang beriman, dzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh,  dzikir yang sebanyak-banyaknya”<br />
Dalam ayat tersebut, tidak ada ahli tafsir yang menjelaskan bentuk dan cara berdzikir dengan berjamaah. Juga tidak ada ketentuan tentang jumlah bilangan, tempat, dan peristiwa sebagaimana yang dilakukan sebagian besar kaum muslimin saat ini.<br />
2.   Dzikir adalah ibadah, sehingga dalilnya pun harus jelas. Hal ini sesuai kaidah fiqh : “Segala bentuk ibadah itu tertolak  sebelum ada dalil yang memerintahkannya”. Sebenarnya banyak dzikir dan doa yang shohih, tetapi jarang diamalkan oleh seorang muslim. Misalnya dalam Kitab : Kalimah Thoyyibah (Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah) dan Hishnul Muslim (Al-Qohthoni)<br />
3.  Dzikir adalah amalan harian, bahkan rutinitas yang pengamalannya pasti dilihat oleh para sahabat dari praktik Rosulullah SAW dan mereka mengikutinya. Tetapi para sahabat tidak menjumpai amalan dzikir berjamaah ini baik ucapan, praktik, maupun persetujuan beliau SAW, sehingga dzikir berjamaah ini mustahil sebagai amalan yang shohih. Berbeda dengan dalil-dalil tentang thoharoh, sholat, perawatan jenazah, shoum, qurban, haji yang dapat dilihat jelas lalu dicontoh oleh para sahabat.<br />
4.  Dzikir berjamaah ternyata disukai oleh orang-orang yang cenderung  dan suka bid’ah dari     kalangan sufi pecinta bid’ah. Maka kenyataan ini melengkapi posisi dzikir berjamaah yang tidak disyariatkan.<br />
5.  Beberapa sahabat seperti Ibnu Mas’ud  r.a. dan Khabbab bin Irts r.a. justru telah menegur orang-orang yang melakukan dzikir berjamaah. Pada waktu itu ada sekumpulan orang berdzikir menggunakan hitungan kerikil, dipimpin oleh satu orang, lalu Ibnu Mas’ud berkata: “Sesungguhnya belum usang pakaian para sahabat, tetapi kamu telah membuat syariat baru dalam agama ini!”<br />
6.  Dzikir berjamaah terlarang menurut Empat Imam Madzhab, Dalam hal ini Imam Syafii rahimahulloh membolehkan dzikir jamaah beberapa kali dalam rangka mengajari orang-orang yang belum bisa. Tetapi beliau lebih cenderung bahwa dzikir itu dilakukan sendiri-sendiri. </p>
<p>KHOTIMAH</p>
<p>Alloh Ta’ala dan Rasululloh SAW telah menetapkan cara berdzikir seperti yang terungkap dalam surat Al-A’raaf : 205 dan QS. Ali Imron : 191, bahwa dzikir dilakukan dengan  takut dan merendah (khusyu’ dan khudlu’), suasana lirih (sirr), serta dalam kondisi duduk, berdiri, dan berbaring. Dalam banyak kondisi disebutkan cara berdzikir Rasulullah SAW, tetapi tak satupun yang menunjukkan dzikir bersama dipimpin satu komando.<br />
Tulisan ini diharapkan dapat menjadi titik tolak untuk melakukan muhasabah bagi kaum muslimin yang cinta akan dzikrulloh, para penuntut ilmu syar’i, dan juga para juru dakwah, untuk menuju kemurnian ibadah, dengan berpijak pada Firman Alloh Ta’alaa: Wattaqullooha mastatho’tum… (“Bertakwalah kepada Alloh dengan sekuat kemampuanmu”), serta tetap memegang adab-adab dan tahapan dakwah.<br />
Secara ilmiah, dalil-dalil shahih tentang tata cara dzikrulloh sudah jelas dan rentangan pelaksanaan yang sangat luas yaitu: Dilakukan sendiri (fardliyah) secara sirr (lirih), pada setiap waktu (pagi maupun petang), pada setiap peristiwa (aman, bahaya, senang, susah), pada setiap posisi (berdiri, duduk, dan berbaring), pada setiap tempat yang suci (masjid, rumah, kampus, kantor, pasar, dan kendaraan), dengan lisan, hati, maupun anggota badan, serta dengan kalimat dzikir yang shahih. Semoga Alloh Ta’alaa selalu melapangkan dada kaum muslimin untuk menerima kebenaran islam. Wallohu waliyyut taufiq.</p>
<p>Maraji’:<br />
1.	Tafsir Al-Maraghi<br />
2.	Tafsir Al quranul Karim, UII<br />
3.	Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq<br />
4.	Kalimah Thoyyibah, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelbuletin.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelbuletin.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelbuletin.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelbuletin.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelbuletin.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelbuletin.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelbuletin.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelbuletin.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelbuletin.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelbuletin.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelbuletin.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelbuletin.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelbuletin.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelbuletin.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=74&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/dzikir-berjamaah-antara-pro-dan-kontra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a17abce3b59ce30400d743b3775ac3a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelbuletin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUTIARA YANG DILUPAKAN</title>
		<link>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/mutiara-yang-dilupakan/</link>
		<comments>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/mutiara-yang-dilupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 23:45:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelbuletin</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel buletin]]></category>
		<category><![CDATA[Pernik Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelbuletin.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS. Al-Mujadilah: 11) Baru saja para orang tua disibukkan oleh agenda “mencarikan sekolah” untuk putra-putrinya yang akan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Sungguh melelahkan dan menegangkan, apalagi bagi anak yang nilainya pas-pasan. Sang Bapak dan Anak harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=72&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”<br />
(QS. Al-Mujadilah: 11)</p>
<p>Baru saja para orang tua disibukkan oleh agenda “mencarikan sekolah” untuk putra-putrinya yang akan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Sungguh melelahkan dan menegangkan, apalagi bagi anak yang nilainya pas-pasan. Sang Bapak dan Anak harus kesana-kemari sambil mencari informasi setiap jam tentang nilai pendaftar yang memasukkan formulir. Tidak hanya satu formulir yang diambilnya,  sebagai alternatif  bila  sekolah pilihan pertama tidak dapat diraih. Fenomena ini terjadi setiap tahun, termasuk oleh sebagian besar kaum muslimin. Banyak pendaftar yang diterima dan akan berhadapan dengan beaya sekolah yang cukup besar. Namun ada juga yang tidak diterima sehingga harus memutar haluan hidup. Secara umum, hanya ada satu motivasi yang terbersit di hati mereka, yaitu : ilmu, masa depan! <span id="more-72"></span><br />
Ilmu telah menjadi perbincangan dari waktu ke waktu, bahkan ilmu telah menjadi simbol kemajuan dan kejayaan suatu bangsa. Hampir tidak ada suatu bangsa yang dinilai maju kecuali di sana ada ketinggian ilmu. Hingga ada kesepakatan jawara bangsa, bila ingin maju harus berkiblat kepada negeri yang tinggi ilmunya. Jadilah bangku-bangku sekolah sebagai lahan doktrin kurikulum negara maju.<br />
Di sisi lain, Islam sebagai agama paripurna telah memberikan perhatian yang besar terhadap ilmu dan orang-orang yang berilmu. Allah Ta’ala berfirman:<br />
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS. Al-Mujadilah: 11).<br />
Juga sabda Rasulullah SAW :<br />
“Menuntut ilmu itu wajib (hukumnya) atas setiap muslim” (Jami’us Shaghir)<br />
Namun ketahuilah kaum muslimin Rahimakumullah, bahwa Islam membagi ilmu berdasarkan  hukumnya sebagai berikut:<br />
1. Ilmu Dien, yang terbagi menjadi:<br />
    a.  Ilmu dien yang hukumnya Fardlu ‘Ain (wajib dimiliki oleh setiap orang), yaitu:<br />
Ilmu tentang akidah berupa rukun iman yang enam, dan ibadah, seperti thoharoh, sholat, shiyam, zakat, dan ibadah wajib lainnya.<br />
    b. Ilmu dien yang hukumnya Fardlu Kifayah (harus ada sebagian orang islam yang menguasai, bila tidak ada maka semua kaum muslimin di tempat itu berdosa), yaitu: ilmu tafsir, ilmu hadits, ilmu fara’idh, ilmu bahasa, dan ushul fiqh.<br />
2. Ilmu Duniawi, yaitu segala ilmu yang dengan ilmu tersebut tegaklah segala maslahat  dunia dan kehidupan manusia, seperti: ilmu kedokteran, pertanian, ilmu teknik, perdagangan, militer, dan sebagainya. Menurut ‘ulama, hukum ilmu duniawi adalah fardlu kifayah.<br />
Klasifikasi tersebut berpijak pada Sabda Rasulullah SAW:<br />
“Adapun untuk urusan dunia kalian, maka kalian lebih mengetahui, sedangkan untuk urusan dien ini, maka kembalikanlah kepadaku” (HR. Ibnu Majah).<br />
Dengan demikian, islam menempatkan secara proporsional kedudukan ilmu, demi kemaslahatan hidup di dunia maupun akhirat.<br />
Namun seiring dengan pergeseran tujuan hidup manusia, motivasi menuntut ilmupun mulai bergeser. Kenyataan menunjukkan bahwa manusia mulai condong kepada ilmu duniawi dan menomorduakan, bahkan melupakan ilmu dien (agama). Entah kekhawatiran apa yang membayangi manusia sehingga mereka lebih mementingkan ilmu dunia dari pada ilmu dien, padahal telah tersebar perkataan ahli hikmah:<br />
“Kalaupun seseorang itu mendapatkan bertumpuk kesuksesan dunia, tetapi dia tidak mengenal siapa Robbnya, maka hakekatnya orang itu tidak memiliki apa-apa”.<br />
Akankah kita bergelimang dalam kebodohan ilmu dien (agama), padahal kebodohan adalah sebuah kejumudan? Lalu, tidakkah kita ingin sukses dan jaya di negeri akhirat nanti? Apa yang menghalangi kita untuk segera meraup ilmu dien (agama), sebagaimana kita berambisi meraup ketinggian ilmu dunia karena tergambar kesuksesan masa depan kita?<br />
Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin, seorang ‘ulama kontemporer telah mengumpulkan keutamaan ilmu, khususnya ilmu dien untuk mendongkrak motivasi kita yang begitu lemah. Mari kita simak!<br />
1.	Bahwa ilmu dien adalah warisan para Nabi, warisan yang lebih berharga dan lebih mulia dibanding segala warisan. Rasulullah telah bersabda:<br />
“Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu,  maka barang siapa mengambilnya (warisan ilmu), sungguh ia telah mengambil keuntungan yang banyak”. (HR. Tirmidzi)<br />
2.	Ilmu itu akan kekal sekalipun pemiliknya telah mati, tetapi harta akan berpindah dan berkurang bahkan jadi rebutan bila pemiliknya telah mati. Kita pasti mengetahui Abu Hurairah, seorang  yang diberi julukan “gudangnya periwayat hadits”. Dari segi harta, beliau  tergolong kaum kaum papa (fuqoro’), hartanya pun telah sirna, tetapi ilmunya t5idak pernah sirna. Kita masih tetap membacanya. Inilah buah dari Sabda Rasulullah SAW:<br />
“Jika mati anak adam,  terputuslah amalnya kecuali tiga hal; shodaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak sholih yang selalu mendoakannya.”<br />
3.	Ilmu, sebanyak apapun tak menyusahkan pemiliknya untuk menyimpan, tak perlu gudang yang luas untuk menyimpannya, cukup disimpan dalam dada dan kepalanya. Ilmu akan mejaga pemiliknya sehingga memberi rasa aman dan nyaman, berbeda dengan harta yang bila semakin banyak, semakin susah menyimpannya, menjaganya, dan pasti membuat gelisah pemiliknya.<br />
4.	Rasulullah SAW menggambarkan para pemilik ilmu itu ibarat lembah yang bisa menampung air yang  bermanfaat bagi alam sekitar, sebagaimana sabda beliau:<br />
“Perumpamaan dari petunjuk ilmu yang aku diutus dengannya bagaikan hujan yang menimpa tanah, sebagian di antaranya ada yang baik (subur), yang mampu menampung air dan menumbuhkan tetumbuhan dan rumput-rumputan yang banyak, di antaranya lagi ada sebagian tanah keras  yang mampu menahan air yang dengannya Allah memberikan manfaat kepada manusia untuk meminum, mengairi tanaman, dan bercocok tanam…..”<br />
 (HR. Bukhori-Muslim)<br />
5.	Ilmu adalah jalan menuju surga (jannah), tiada jalan pintas menuju surga kecuali dengan ilmu. Sabdanya:<br />
“Barang siapa menepuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan untuknya jalan menuju jannah” (HR. Muslim)<br />
6.	Ilmu merupakan pertanda kebaikan seorang hamba. Sabda Rasulullah SAW:<br />
“Siapa yang Allah kehedaki baginya kebaikan, akan dipahamkan baginya masalah dien (agama)” (HR. Bukhori) </p>
<p>Demikianlah beberapa mutiara ilmu (dien) yang jauh lebih mulia dari harta. Sebenarnya masih banyak keunggulan lainnya yang tidak termuat dalam tulisan sederhana ini. Karena itu mari kita gali ilmu dien secara benar dari sumbernya, yaitu Al-Quran dan As-sunnah melalui pemahaman para salafush shalih (pendahulu yang shalih). Jangan lupakan mutiara berharga dalam hidup ini. Wallaahu waliyyut-taufiq.</p>
<p>Maraji’:<br />
1.	Minhajul Muslim, Abu bakr Jabir Al-Jazairi<br />
2.	Hatta Ya’lamusy Syabab, Abdullah Nashih Ulwan<br />
3.	Mutiara Hikmah Tsulatsiah, Muzaidi Hasbullah, Lc  </p>
<p>Dari Redaksi:</p>
<p>Problem terbesar di kalangan ummat  ini adalah Al-Jahlu Bid-dien, kebodohan tentang agamanya. Maka diperlukan usaha nyata untuk memecahkan problem tersebut, yaitu dengan ilmu.<br />
Tanpa melalaikan ilmu dunia, ilmu agama harus diprioritaskan karena hukum dan manfaatnya jauh lebih tinggi dibanding ilmu duniawi. Hal inilah yang sekarang ini terbalik. Ummat lebih mementingkan ilmu dunia dan cenderung melupakan ilmu dien.<br />
Padahal tidak ada obat bagi kebodohan kecuali dengan ilmu. Kebodohan dalam hal apapun! </p>
<p>AGAR ANAK KITA<br />
TIDAK MENJADI HEDONIS</p>
<p>“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah fitnah (cobaan) bagimu, dan di sisi Allohlah pahala yang besar” </p>
<p>Sadarilah Bapak-Ibu, anak kita begitu berharga…<br />
Betapa prihatin hati kita, saat membaca, mendengar, dan menyaksikan krisis akhlak pada sebagian besar kaum muda islam di negeri ini. Pesta minuman keras dan NAPZA yang berujung pada hilangnya nyawa,  merebaknya free sex yang menyebabkan kehamilan di luar nikah, meningkatnya kasus aborsi, perkelahian antarpelajar dan mahasiswa, kejahatan dunia maya melalui facebook,  menjamurnya klab-klab malam yang didominasi oleh kawula muda, meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan pemuda, dan seabrek problematika lainnya.  Itulah salah satu produk dari sebuah faham yang disebut HEDONISME.  Faham ini diusung dan dikibarkan oleh negara barat (kafir) untuk melaksakan salah satu misinya: “Menjauhkan Pemuda-Pemudi Islam dari Al-Quran”. Tidak perlu mereka menyerang secara fisik, membakar kitab suci, atau merusak masjid-masjid, tapi cukup dengan menghembuskan faham tersebut di dalam kehidupan pemuda islam. Faham tersebut merasuk dengan cepat dan pasti melalui urat saraf, pembuluh darah, dan menyusup sampai ke sumsum tulang anak-anak kita. Hasilnya? Menggembirakan bagi orang-orang kafir dan para pendukungnya!<br />
Mengapa kita begitu pusing memikirkannya? Toh mereka bukan anak-anak kita. Jawabannya adalah karena islam memerintahkan kepada kita untuk berdakwah, menyeru kepada kebajikan, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Sebagaimana Firman Alloh Ta’ala:<br />
“Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung “ (QS. Ali Imron: 104)<br />
Diperkuat dengan Sabda Rasulullah Shollalloohu ‘alaihi wa sallam :<br />
“Tidaklah seseorang yang berada di dalam suatu kaum, yang mereka melakukan kemaksiatan, dia mampu mencegahnya namun tidak melakukannya, kecuali Alloh akan menimpakan  azab kepada mereka sebelum meninggal dunia” (HR. Abu Dawud, 4339)<br />
Bahkan khusus tentang potensi pemuda, berkata Dr. A’idh Al-Qorni, MA: “Sekelompok pemuda itu adalah suku cadang dan tabungan milik islam. Kita harus berkenalan dengan mereka. Kita harus menjelaskan jalan petunjuk yang lurus kepada mereka. Karena kelak mereka akan menjadi para mujahidin di jalan Alloh, tatkala kaum durjana dan kaum lalim penindas mencoba mengobok-obok umat islam atau menjajah negeri meraka” (Fityatun Aaamanuu bi Robbihim)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelbuletin.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelbuletin.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelbuletin.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelbuletin.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelbuletin.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelbuletin.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelbuletin.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelbuletin.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelbuletin.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelbuletin.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelbuletin.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelbuletin.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelbuletin.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelbuletin.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=72&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/mutiara-yang-dilupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a17abce3b59ce30400d743b3775ac3a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelbuletin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BERPAKAIAN TAPI TELANJANG</title>
		<link>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/berpakaian-tapi-telanjang/</link>
		<comments>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/berpakaian-tapi-telanjang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 23:42:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelbuletin</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel buletin]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/berpakaian-tapi-telanjang/</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah Robbul’Alamin, yang berfirman di dalam kitab-Nya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaaan Allah ta’ala, mudah-mudahan mereka selalu ingat“ ( Al-A’raf : 26 ) Telah nampak tanda-tanda akhir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=70&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Segala puji bagi Allah Robbul’Alamin, yang berfirman di dalam kitab-Nya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaaan Allah ta’ala, mudah-mudahan mereka selalu ingat“ ( Al-A’raf : 26 )</p>
<p>Telah nampak tanda-tanda akhir suatu zaman, hari kiamat kian dekat. Kita lihat di sekeliling kita, betapa banyak wanita muslimah berlalu-lalang di jalan-jalan tanpa rasa malu sedikitpun menanggalkan pakaian identitasnya. Amatlah sulit dibedakan antara wanita muslimah dan wanita kafirah. Mereka baru diketahui identitasnya setelah dibuka KTPnya. Na’udzubillahimin dzaalik !  <span id="more-70"></span><br />
Kita diingatkan sabda Rosululloh shalallahu’alaihi wasallam :<br />
“Pada akhir ummatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol ( punuk ) unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu adalah kaum wanita yang terkutuk“. Di dalam hadist lain terdapat tambahan: “Mereka tidak akan masuk syurga dan juga tidak akan memperoleh baunya syurga, padahal baunya jannah itu dapat dicium dari perjalanan ( jarak ) sekian dan sekian “ (HR. At-Thabrani) dalam “Al-Mu’jam As-Shagir” hal 232 dari hadist Ibnu Amru dengan sanad shahih.<br />
Ibnul Abdil Barr berkata : “ Yang dimaksud Nabi Salallahu’alaihi wasallam adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati ( menggambarkan ) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi pada hakekatnya telanjang”.<br />
Dalam kitab protokolat yahudi yang disampaikan oleh seorang tokoh misionaris yahudi yang terkenal yaitu Samuel Zweber, dia mengatakan : “Kita tidak bisa mengeluarkan umat Islam dari agamanya untuk berpindah agama lain, akan tetapi yang akan kita lakukan adalah menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya, sehingga yang ada nantinya adalah generasi-generasi yang jauh dan bodoh terhadap ajaran Islam, umat Islam yang asing dengan Islam itu sendiri, sehingga nantinya mereka justru bangga dengan pola pikir budaya barat dan bertingkah laku seperti orang-orang barat.”<br />
Apa yang disampaikan oleh tokoh misionaris tadi ternyata sekarang mulai kita lihat dan rasakan. Kaum muslimah dijadikan sasaran musuh-musuh Allah ta’ala. Apalagi ditambah propaganda dari mass media, baik itu berupa media cetak maupun media elektronik. Dan itulah ujian bagi kaum muslimah sekarang.<br />
Maka  adalah mustahil apabila sebuah keluarga  menginginkan untuk mencetak putra-putrinya menjadi generasi-generasi yang sholeh dan sholehah, apabila dirumah masih terdapat televisi, sebab televisi itu bukanlah sarana pendidikan, akan tetapi televisi adalah sarana pembodohan!<br />
Televisi mengajarkan untuk berpakaian jahiliyah, televisi mencontohkan adab-adab dan perilaku seperti orang barat, cara makan, cara berbicara, cara duduk, cara tertawa sampai pada cara pola pikir yang jahiliyah. Sinetron televisi hanya mengajarkan kepada seorang muslimah atau seorang istri untuk pintar cerewet dan pintar ngeyel pada suami.<br />
Maka ujian kaum muslimah sekarang ini adalah ujian yang sangat berat. Karena ditangan para muslimahlah generasi-generasi umat Islam akan dididik. Ingat sebuah sya’ir arab: “  Al ummu madrasatun “. Ibu adalah madrasah ( sekolah ) pertama bagi putra-putrinya. Bagaimana seorang ibu dapat mendidik putra-putrinya dengan baik kalau dirinya sendiri masih berpakaian jahiliyah, telanjang, dilaknat Allah ta’ala dan RosulNya ?!<br />
Pakaian muslimah sekarang kebanyakan adalah pakaian jahiliyah, dilaknat Allah ta’ala dan RosulNya. Berpakaian tapi telanjang. Kainnya sangat tipis ……                  dan ketat. Bahkan jika tertiup anginpun dapat terbang. Ukurannya lebih pantas untuk dipakaikan kepada anak kecil. Padahal kalau ditinjau dari segi kesehatan, pakaian yang seperti itu justru mengganggu jalannya peredaran darah, untuk bergerakpun sulit. Apalagi memakai celana jeans ketat, atasnya  memakai kaos lengan panjang ketat, tipis transparan tampak lekuk tubuh dan warna kulitnya. Mereka itulah para wanita yang digambarkan oleh Rosululloh Salallahu ‘alaihi wasalam, tidak akan mencium baunya syurga, padahal baunya syurga itu dapat dicium pada jarak sekian dan sekian. Dan mereka itulah para wanita yang dilaknat oleh Allah ta’ala dan RosulNya. Tidak akan bisa merasakan nikmatnya syurga ( jannah ) yang telah dijanjikan Allah ta’ala.<br />
Mereka muslimah, saudara kita. Tapi mereka enggan dan malu untuk menampakkan identitasnya sebagai seorang muslimah. Enggan dan malu untuk berakhlaq sebagai seorang muslimah. Kita lihat disekeliling kita, muslimah-muslimah, mulai dari yang barui menginjak remaja sampai ibu-ibu, mereka berpakaian, tapi mereka lebih suka dan lebih bangga memakai pakaian jahiliyah, mereka lebih suka dan lebih bangga menampakkan gaya seperti orang-orang barat, orang-orang kafir.<br />
Islam tidak menafikkan keindahan, akan tetapi keindahan itu harus sesuai dengan syari’at Islam.<br />
Wanita didalam pandangan Islam adalah mulia. Dia adalah aurat yang wajib untuk ditutupi ketika berada diluar rumah. Tidak pantas baginya untuk bertabarruj, tidak layak kecantikan dan keindahannya dipamerkan dan dijual murah untuk dinikmati semua orang. Karena seorang muslimah adalah wanita mulia, dia tidaklah sama dengan wanita kafirah atau musyrikin yang rendah, hina lagi dilaknat Allah ta’ala.<br />
Islam telah memerintahkan kepada para muslimah untuk berpakaian seperti yang diperintahkan Allah ta’ala didalam surat An-nuur : 31 : “ Katakanlah kepada wanita yang beriman : “ Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang ( biasa ) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka…” Dan juga Allah ta’ala perintahkan dalam surat Al Ahzab : 59 “ Hai nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “ Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. “ Yang demikian itu supaya mereka lebih dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah ta’ala adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ”<br />
Tidak ada ajaran didalam agama manapun yang mampu menjaga kehormatan  seorang wanita, selain didalam ajaran Islam.<br />
“ Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah ta’ala dan seruan RosulNya apabila Rosul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah ta’ala membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan “ ( Al-Anfal : 24 ).<br />
Wallahu ta’ala a’lamu bisshowab</p>
<p>Oleh : Ummu Shodiq Abdurrahman</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelbuletin.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelbuletin.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelbuletin.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelbuletin.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelbuletin.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelbuletin.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelbuletin.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelbuletin.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelbuletin.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelbuletin.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelbuletin.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelbuletin.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelbuletin.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelbuletin.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=70&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/26/berpakaian-tapi-telanjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a17abce3b59ce30400d743b3775ac3a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelbuletin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Uni Eropa Jual Alat Penyiksa Tahanan</title>
		<link>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/20/uni-eropa-jual-alat-penyiksa-tahanan/</link>
		<comments>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/20/uni-eropa-jual-alat-penyiksa-tahanan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 01:32:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelbuletin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelbuletin.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Selain menjual alat perang, negara-negara Eropa juga banyak menjual peralatan untuk menyiksa tahanan Hidayatullah.com&#8211;Peralatan yang dirancang untuk menyiksa para tahanan ternyata masih terus diekspor oleh negara-negara anggota Uni Eropa, meskipun sejak empat tahun lalu telah dilarang. Hal itu terungkap dalam sebuah laporan terbaru Amnesty Internasional. Amnesti Internasional menemukan bahwa perusahaan yang berasal dari 27 negara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=64&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain menjual alat perang, negara-negara Eropa juga banyak menjual peralatan untuk menyiksa tahanan</p>
<p>Hidayatullah.com&#8211;Peralatan yang dirancang untuk menyiksa para tahanan ternyata masih terus diekspor oleh negara-negara anggota Uni Eropa, meskipun sejak empat tahun lalu telah dilarang. Hal itu terungkap dalam sebuah laporan terbaru Amnesty Internasional.</p>
<p>Amnesti Internasional menemukan bahwa perusahaan yang berasal dari 27 negara anggota UE memanfaatkan celah pengawasan atas larangan tersebut.</p>
<p>Menurut mereka, larangan yang sudah diberlakukan sejak 2006 itu harus diperluas cakupannya, karena banyak jenis peralatan yang belum tercakup di dalamnya. Sebut saja Nidec asal Spanyol yang memproduksi &#8216;borgol kejut&#8217; selama beberapa tahun terakhir.<span id="more-64"></span></p>
<p>Tidak seperti &#8216;ikat pinggang kejut&#8217;, borgol beraliran listrik itu tidak secara jelas disebutkan dalam larangan yang ditetapkan Uni Eropa.</p>
<p>Para pejabat di markas Uni Eropa mengatakan, temuan itu akan menjadi bahan diskusi guna memperkuat larangan yang berlaku.</p>
<p>Seorang sumber UE yang tidak ingin disebutkan namanya, mencoba mengelak dengan mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada tindakan yang diambil atas hal itu, karena anggota Komisi Uni Eropa sekarang baru dilantik Februari lalu.</p>
<p>&#8220;Saat ini semuanya agak terbuka,&#8221; katanya kepada Inter Press (18/3)  &#8220;Tapi bukan karena kita suka ada lubang, melainkan karena tim yang baru ini, baru saja mulai bekerja.&#8221;</p>
<p>Namun David Nichols yang menggeluti masalah kebijakan luar negeri UE di Amnesty Internasional, mengomentarinya sebagai &#8220;sebuah pamakluman atas tidak adanya tindakan,&#8221; karena mereka sebenarnya telah memberitahukan hal ini kepada UE sejak dulu.</p>
<p>Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa Jerman dan Ceko mengekspor alat penyiksa ke sembilan negara, termasuk ke Georgia, Pakistan, India, dan China. Peralatan yang diekspor berupa alat semprot kimia, borgol dan senjata kejut listrik.</p>
<p>Pemerintah negara-negara Uni Eropa dinilai tidak cukup terbuka tentang sejauh mana mereka melaksanakan aturan tersebut. Setiap negara seharusnya memberikan laporan tahunan, tapi hingga saat ini hanya tujuh negara yang melakukannya. Mereka adalah Bulgaria, Republik Ceko, Jerman, Lithuania, Slovenia, Inggris, dan Spanyol.</p>
<p>Sebagai negara yang menentang penyiksaan, seharusnya pemerintah anggota UE mewujudkan kata-kata mereka menjadi tindakan nyata. Mereka harus melakukan pengawasan efektif dan memastikan bahwa alat-alat yang dijualnya tidak digunakan sebagai alat untuk menyiksa tahanan.  Demikian menurut Michael Crowley dari Omega Foundation yang kerap melakukan penelitian di bidang HAM. [di/ips/www.hidayatullah.com]<br />
 <a href="http://artikelbuletin.files.wordpress.com/2010/03/penyiksaantahanan1.jpg"><img src="http://artikelbuletin.files.wordpress.com/2010/03/penyiksaantahanan1.jpg?w=570" alt="" title="penyiksaanTahanan"   class="alignleft size-full wp-image-68" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelbuletin.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelbuletin.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelbuletin.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelbuletin.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelbuletin.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelbuletin.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelbuletin.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelbuletin.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelbuletin.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelbuletin.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelbuletin.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelbuletin.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelbuletin.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelbuletin.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=64&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/20/uni-eropa-jual-alat-penyiksa-tahanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a17abce3b59ce30400d743b3775ac3a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelbuletin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://artikelbuletin.files.wordpress.com/2010/03/penyiksaantahanan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">penyiksaanTahanan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERAIH KESEMPURNAAN RAMADHAN</title>
		<link>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/19/meraih-kesempurnaan-ramadhan/</link>
		<comments>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/19/meraih-kesempurnaan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 00:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelbuletin</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel buletin]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelbuletin.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Untuk menutup bulan Ramadhan Allah subhanahu wata’ala mensyari&#8217;atkan berbagai ibadah yang akan memperbanyak catatan amal kebaikan, menguatkan iman, dan menambah kedekatan dengan Allah subhanahu wata’ala. Di antara amalan yang disyari&#8217;atkan selepas Ramadhan yaitu: Membayar Zakat Fithri Zakat fithri ( sering disebut zakat fithrah, red) diwajibkan kepada setiap muslim, baik orang tua, anak-anak, pria, wanita, orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=50&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk menutup bulan Ramadhan Allah subhanahu wata’ala mensyari&#8217;atkan berbagai ibadah yang akan memperbanyak catatan amal kebaikan, menguatkan iman, dan menambah kedekatan dengan Allah subhanahu wata’ala. Di antara amalan yang disyari&#8217;atkan selepas Ramadhan yaitu: </p>
<p>Membayar Zakat Fithri</p>
<p>Zakat fithri ( sering disebut zakat fithrah, red) diwajibkan kepada setiap muslim, baik orang tua, anak-anak, pria, wanita, orang merdeka ataupun budak. Orang yang tidak memiliki kelebihan harta untuk menafkahi kebutuhannya dari pagi hingga malam hari raya tidak terkena kewajiban untuk mengeluar kan zakat fithri. Jika dia mempunyai kelebihan kurang dari satu sha&#8217; maka ia tetap mengeluarkannya sesuai dengan kemampuannya. </p>
<p>Mengenai hikmahnya, maka sangat jelas. Ia merupakan bentuk perbuatan baik (ihsan) kepada fakir miskin, sekaligus mencegah mereka dari meminta-minta di hari raya dan agar mereka bergembira bersama-sama dengan orang kaya, sehingga kebahagiaan di hari raya dirasakan oleh semua kalangan. Hikmah lainnya yaitu, ia akan dapat menumbuhkan sifat kedermawanan dan kasih sayang sekaligus menyucikan orang yang berpuasa dari dosa, kekurangan dan kesia-siaan. Ia juga merupakan ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah subhanahu wata’ala, berupa kesempurnaan pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan, menghidupkannya dengan shalat dan kemudahan untuk melakukan amal-amal shalih lainnya. <span id="more-50"></span></p>
<p>Pakaian, bejana, perabot rumah tangga dan benda-benda lainnya selain makanan pokok tidak dapat digunakan untuk membayar zakat fithri. Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mensyari&#8217;atkan pembayaran zakat fithrah dengan makanan, dan ketentuan Nabi ini tidak boleh untuk dilanggar. Juga tidak boleh untuk mengganti makanan dengan uang seharga makanan, karena ini menyelisihi petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan amalan para shahabat. </p>
<p>Takaran zakat fithri adalah satu sha&#8217; nabawi, beratnya mencapai 480 mitsqal, atau 2,04 kg dari gandum (beras) yang berkualitas baik. Seseorang terkena kewajiban membayar zakat fithri adalah mulai terbenamnya matahari di malam hari raya. Jika seseorang meninggal dunia beberapa saat sebelum terbenam matahari, maka dia tidak terkena kewajiban membayar zakat fithri. Sebaliknya jika meninggal setelah terbenam matahari, maka dia terkena kewajiban, meskipun meninggalnya hanya dalam hitungan menit dari tenggelamnya matahari. </p>
<p>Waktu pembayaran zakat fithri yang paling utama adalah ketika Shubuh hari raya sebelum dilaksana kannya shalat Ied. Dibolehkan juga satu atau dua hari sebelum malam hari raya. </p>
<p>Bertakbir </p>
<p>Apabila bilangan bulan Ramadhan telah sempurna maka Allah subhanahu wata’ala mensyari&#8217;atkan kepada hamba-Nya untuk bertakbir, dimulai dari terbenamnya matahari malam hari raya sampai didirikannya shalat Ied. </p>
<p>Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,<br />
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. 2:185) </p>
<p>Shigat (redaksi) bacaan takbir adalah, &#8220;Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha illallahu wallahu akbar, Allahu akbar walillahilhamdu.&#8221; Disunnahkan bagi kaum pria untuk mengeraskan takbir tersebut baik di dalam masjid, di pasar, ataupun di rumah-rumah dalam rangka mengumandangkan keagungan Allah subhanahu wata’ala serta menampak kan ibadah dan rasa syukur kepada-Nya. Adapun wanita maka cukup mengucapkannya dengan pelan, karena mereka diperintahkan untuk menutup diri dan menjaga suaranya. </p>
<p>Betapa indahnya keadaan manusia ketika di setiap tempat mereka bertakbir kepada Allah subhanahu wata’ala dalam rangka mengagungkan dan memuliakan-Nya pada saat mereka mengakhiri bulan puasa. Mereka memenuhi seluruh ufuk dengan suara takbir, tahmid dan tahlil karena mangharap rahmat-Nya dan takut akan adzab-Nya. </p>
<p>Shalat Hari Raya </p>
<p>Allah subhanahu wata’ala juga mensyari&#8217;atkan shalat Ied pada hari raya sebagai kesempurnaan dzikir kepada-Nya. Hal ini juga diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummat ini, baik laki-laki ataupun perempuan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para wanita untuk keluar melaksanakan shalat Ied, padahal untuk selain shalat Ied mereka lebih baik tetap berada di rumah. Ini merupakan dalil atas ditekankannya shalat ini. </p>
<p>Ummu Athiyah radhiyallahu ‘anha berkata, &#8220;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk membawa keluar wanita-wanita merdeka, wanita-wanita haidh dan wanita-wanita yang sedang dipingit ketika Iedul Fithri dan Iedul Adha. Wanita-wanita yang sedang haidh ditempatkan secara terpisah dari tempat shalat, namun mereka menyaksikan kebaikan dan seruan kaum muslimin. Aku berkata kepada beliau, &#8220;Ya Rasulullah, ada di antara kami yang tidak memiliki jilbab. Beliau bersabda, &#8220;Hendaklah saudarinya memberikan jilbabnya kepadanya.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih) </p>
<p>Disunnahkan untuk memakan kurma dengan jumlah ganjil; Tiga, lima, tujuh atau lebih dari itu, sebelum keluar melaksanakan shalat Ied. Berdasarkan kepada hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dia berkata, &#8221; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak keluar untuk melaksanakan shalat Ied (Iedul Fithri) sebelum memakan kurma. Dan beliau memakannya dalam jumlah ganjil.” (HR. Ahmad dan Al-Bukhari) </p>
<p>Disunnahkan pula untuk keluar dengan berjalan kaki, tidak berkendaraan, kecuali jika ada udzur, seperti tidak mampu untuk berjalan atau jaraknya cukup jauh. Hal ini berdasarkan perkataan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, &#8220;Termasuk sunnah adalah engkau keluar menuju shalat ied dengan berjalan kaki.&#8221; (HR. at-Tirmidzi, dan berkata hadits hasan) </p>
<p>Bagi kaum laki-laki disunnahkan untuk berhias dan memakai pakaian yang paling bagus, namun tidak boleh memakai emas dan baju dari sutera karena itu haram bagi mereka. Adapun wanita, maka boleh baginya berhias menuju shalat Ied namun tetap tidak boleh bertabarruj (membuka aurat), memakai minyak wangi dan membuka kerudungnya. Sebab mereka tetap terkena perintah untuk senantiasa melaksanakan ha-hal tersebut. </p>
<p>Setelah itu kita semua melaksana kan shalat Ied dengan khusyu&#8217; dan hati yang tunduk, serta memperbanyak dzikir dan do’a dengan mengharap rahmat-Nya dan takut adzab-Nya. Momen berkumpulnya manusia pada saat Ied tersebut akan mengingatkan kita bahwa manusia kelak akan berkumpul kembali pada suatu tempat yang agung (Mahsyar) di hadapan Allah subhanahu wata’ala yang Maha Mulia lagi Maha Perkasa. </p>
<p>Pada hari itu setiap mukmin menampakkan kegembiraanya atas nikmat yang telah Allah subhanahu wata’ala berikan kepadanya berupa perjumpaan dengan bulan Ramadhan serta beramal di dalamnya, baik itu berupa shalat, puasa, membaca al-Qur&#8217;an, sedekah dan amalan-amalan lainnya. Semua itu lebih baik daripada dunia dan seisinya. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,<br />
Katakanlah, &#8220;Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan&#8221;. (QS.Yunus:58) </p>
<p>Sesungguhnya puasa Ramadhan di siang hari dan shalat di malam harinya dengan penuh iman dan pengharapan merupakan sebab terampuninya dosa. Seorang mukmin tentu akan bergembira ketika selesai dari melaksanakan puasa dan shalat karena keduanya merupakan sebab terlepas dari dosa. Adapun orang yang lemah imannya dia akan bergembira dengan selesainya puasa, karena ia sebenarnya merasa berat dan enggan untuk melaksanakannya, dan dadanya terasa sempit dalam menjalankan puasa tersebut. Kedua golongan orang ini sama-sama bergembira, namun perbedaan antara dua kegembiraan ini sangatlah besar. </p>
<p>Saudaraku, bulan Ramadhan telah usai namun amal seorang mukmin tidak akan pernah berhenti dan selesai, sebelum maut datang menjemput. Meskipun bulan Ramadhan telah pergi namun itu tidak berarti bahwa seorang mukmin harus terputus dari ibadah puasa, karena puasa tetap disyari&#8217;atkan dalam bulan-bulan lainnya meskipun di luar bulan Ramadhan. Di antara puasa tersebut adalah puasa sunnah enam hari di bulan Syawwal, puasa tiga hari setiap bulan hijriyah (ayyamul bidh tanggal 13,14,15) setiap bulan, puasa Arafah (9 Dzulhijjah), puasa Asyura&#8217;, puasa Senin dan Kamis, puasa di bulan Sya&#8217;ban, puasa sepuluh hari awal Dzulhijjah, dan juga yang sangat utama yaitu puasa Dawud. Demikian pula meskipun shalat tarawih telah usai namun di luar Ramadhan masih banyak shalat-shalat sunnah dan nawafil yang lainnya. </p>
<p>Disadur dan diringkas dari buku “Majlis Ramadhan” Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin, Pustaka Imam Syafi’i. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelbuletin.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelbuletin.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelbuletin.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelbuletin.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelbuletin.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelbuletin.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelbuletin.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelbuletin.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelbuletin.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelbuletin.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelbuletin.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelbuletin.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelbuletin.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelbuletin.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=50&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/19/meraih-kesempurnaan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a17abce3b59ce30400d743b3775ac3a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelbuletin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ORANG BILANG BULAN &#8220;SURO&#8221; ITU KERAMAT</title>
		<link>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/19/orang-bilang-bulan-suro-itu-keramat/</link>
		<comments>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/19/orang-bilang-bulan-suro-itu-keramat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 00:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelbuletin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel buletin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelbuletin.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Angker bin keramat Orang Jawa mengistilahkan bulan Muharram dengan bulan Suro. Mereka menganggap bahwa bulan ini adalah bulan yang keramat penuh dengan mitos dan khurafat. Mereka juga meyakini bahwa di bulan ini pantang untuk dibuat main-main, apalagi bersenang-senang untuk menyelenggarakan hajatan pernikahan, membangun rumah, atau yang lainnya. Benarkah? Tentu jawabnya adalah &#8220;tidak&#8221;. Di dalam Islam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=48&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Angker bin keramat<br />
Orang Jawa mengistilahkan bulan Muharram dengan bulan Suro. Mereka menganggap bahwa bulan ini adalah bulan yang keramat penuh dengan mitos dan khurafat. Mereka juga meyakini bahwa di bulan ini pantang untuk dibuat main-main, apalagi bersenang-senang untuk menyelenggarakan hajatan pernikahan, membangun rumah, atau yang lainnya.<br />
Benarkah? Tentu jawabnya adalah &#8220;tidak&#8221;. Di dalam Islam pada dasarnya setiap hari dan bulan itu sama kedudukannya di sisi Allah SWT, kecuali ada dalil baik dari Al-Qur&#8217;an maupun As-Sunnah yang menerangkan keistimewaan suatu hari atau bulan tertentu. </p>
<p>Suro dalam pandangan Islam<br />
Suro (Muharram) adalah bulan yang mulia, memiliki keutamaan, dan Allah mengharamkan kepada setiap muslim untuk berperang.<br />
Allah SWT berfirman:</p>
<p>Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (At-Taubah [9]: 36)<span id="more-48"></span></p>
<p>Yang dimaksud dengan empat bulan haram tersebut adalah bulan Dzuqa&#8217;dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.<br />
Ibnu Rajab Al-Hambali menyebutkan bahwa Muharam disebut dengan syahrullah (bulan Allah) dan memiliki dua hikmah:<br />
1.	Untuk menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan Muharam.<br />
2.	Untuk menunjukkan otoritas Allah dalam mengharamkan bulan<br />
Muharam. Pengharaman bulan ini untuk perang adalah mutlak hak Allah saja, tidak seorang pun selain-Nya berhak mengubah keharaman dan kemuliaan bulan Muharam.</p>
<p>Amalan yang dianjurkan<br />
Di samping itu, bulan Muharam juga memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah sebagaimana sabda Rasulullah SAW, &#8220;Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharam, sedang salat yang paling afdhal sesudah shalat fardu adalah salat malam.&#8221; (HR Muslim).<br />
Puasa pada bulan Muharam yang sangat dianjurkan adalah pada hari yang kesepuluh, yaitu yang lebih dikenal dengan istilah &#8216;Asyura. Aisyah pernah ditanya tentang puasa &#8216;Asyura, dia menjawab, &#8220;Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW puasa pada suatu hari yang beliau betul-betul mengharapkan fadilah pada hari itu atas hari-hari lainnya, kecuali puasa pada hari kesepuluh Muharam.&#8221; (HR Muslim)</p>
<p>Pada zaman Rasulullah, orang Yahudi juga mengerjakan puasa pada hari &#8216;Asyura. Mereka mewarisi hal itu dari Nabi Musa. Dari Ibnu Abbas RA., ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa. Rasulullah bertanya, &#8220;Hari apa ini? Mengapa kalian berpuasa?&#8221; Mereka menjawab, &#8220;Ini hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir&#8217;aun. Maka Musa berpuasa sebagai tanda syukur, maka kami pun berpuasa.&#8221;<br />
Rasulullah saw bersabda, &#8220;Kami orang Islam lebih berhak dan lebih utama untuk menghormati Nabi Musa daripada kalian.&#8221; (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Abu Qatadah berkata, Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Puasa &#8216;Asyura menghapus dosa satu tahun, sedang puasa Arafah menghapus dosa dua tahun.&#8221; (HR Muslim, Tirmizi, Abu Daud).</p>
<p>Pada awalnya, puasa &#8216;Asyura hukumnya wajib. Namun, setelah turun perintah puasa Ramadan, hukumnya menjadi sunah. Aisyah berkata, &#8220;Rasulullah SAW memerintahkan untuk puasa &#8216;Ayura sebelum turunnya perintah puasa Ramadan. Ketika puasa Ramadhan diperintahkan, siapa yang ingin boleh puasa &#8216;Asyura dan yang tidak ingin boleh tidak berpuasa &#8216;Asyura.&#8221; (HR Al-Bukhari, Muslim, Tirmidzi).<br />
Ibnu Abbas RA menyebutkan, Rasulullah SAW melakukan puasa &#8216;Asyura dan beliau memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Para sahabat berkata, &#8220;Ini adalah hari yang dimuliakan orang Yahudi dan Nasrani. Maka Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tahun depan insya Allah kita juga akan berpuasa pada tanggal sembilan Muharam.&#8221; Namun, pada tahun berikutnya Rasulullah telah wafat. (HR Muslim, Abu Daud).<br />
Berdasar pada hadis ini, disunahkan bagi umat Islam untuk juga berpuasa pada tanggal sembilan Muharam.<br />
Sebagian ulama mengatakan, sebaiknya puasa selama tiga hari: 9, 10, 11 Muharam. Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Puasalah pada hari &#8216;Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Puasalah sehari sebelum &#8216;Asyura dan sehari sesudahnya.&#8221; (HR Ahmad)<br />
Ibnu Sirrin melaksanakan hal ini dengan alasan kehati-hatian. Karena, boleh jadi manusia salah dalam menetapkan masuknya satu Muharam. Boleh jadi yang kita kira tanggal sembilan, namun sebenarnya sudah tanggal sepuluh.</p>
<p>Perkara yang menyelisihi sunnah<br />
Adapun amalan-amalan yang menyelisihi Sunnah banyak dilakukan oleh kaum muslimin dalam rangka menghormati dan memuliakan bulan. Dan berikut akan kami sebutkan dengan maksud kita dapat berhati-hati sehingga tidak terjerumus kepada amalan ibadah yang sia-sia dikarenakan tidak didasarkan kepada dalil yang kuat dan contoh Rasulullah SAW dan para Shahabat beliau.<br />
1. 	&#8216;Asyura menurut Syi&#8217;ah<br />
Tanggal 10 Muharram 61 H, adalah hari terbunuhnya Abu Abdillah al-Husain bin Ali di padang Karbala.<br />
Syi&#8217;ah menjadikan hari &#8216;Asyura sebagai hari bergabung, duka cita, dan menyiksa diri sebagai ungkapan kesedihan dan penyesalan. Pada hari itu mereka memperingati kematian al-Husen dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela seperti berkumpul, menangis, meratapi al-Husen secara histeris, membentuk kelompok-kelompok untuk pawai berkeliling di jalan-jalan dan di pasar-pasar sambil memukuli badan mereka dengan rantai besi, melukai kepala dengan pedang, mengikat tangan dan lain sebagainya. </p>
<p>2. &#8216;Asyura menurut maryolitas kaum muslimin<br />
Sebagai tandingan dari apa yang dilakukan oleh orang Syi&#8217;ah di atas, kebanyakan kaum Muslimin menjadikan hari &#8216;Asyura sebagai hari raya, pesta dan serba ria.<br />
Dan di antara amalan-amalan yang menyelisihi sunnah yang dilakukan oleh mereka adalah:<br />
•	Shalat dan dzikir-dzikir khusus, yang disebut dengan shalat ‘Asyura. Mereka beralasan dengan hadits palsu, seperti yang disebutkan oleh as-Suyuthi di dalam al-La&#8217;ali al-Mashnu&#8217;ah.<br />
•	Mandi Janabah, bercelak, memakai minyak rambut dan mewarnai kuku dan menyemir rambut. Dan yang demikian jika si pelaku meyakini adanya keutamaan atau keistimewaan dilakukan pada hari tersebut.Mereka beralasan dengan hadits palsu, &#8220;Barangsiapa yang memakai celak pada hari &#8216;Asyura, maka ia tidak akan mengalami sakit mata pada tahun itu. Dan barangsiapa mandi pada hari &#8216;Asyura, ia tidak akan sakit selama tahun itu.&#8221; (Hadits ini palsu menurut as-Sakhawi, Mula Ali Qari dan al-Hakim, lihat al-Ibda&#8217;, hal. 150-151)<br />
•	Membuat makanan khusus/ istimewa, seperti membuat bubur syura yang terdapat di Sumatera Barat.<br />
•	Do’a awal dan akhir tahun yang di baca pada malam akhir tahun. Mereka beranggapan dan berkeyakinan bahwa siapa yang membaca do&#8217;a &#8216;Asyura tidak akan meninggal pada tahun tersebut. (as-Sunan wal Mubtada&#8217;at, Muhammad asy-Syukairi, hal. 134)<br />
•	Memberikan uang belanja yang lebih kepada keluarga. Dan yang demikian jika si pelaku meyakini adanya keutamaan atau keistimewaan dilakukan pada hari tersebut.Mereka beralasan dengan hadits lemah, &#8220;Barangsiapa yang meluaskan (nafkah) kepada keluarganya pada hari &#8216;Asyura, maka Allah akan melapangkan (rizkinya) selama setahun itu.&#8221; (HR. ath-Thabrani, al-Baihaqi dan Ibnu Abdil Bar)<br />
•	Setelah mandi janabat kemudian berziarah kepada orang alim, menengok orang sakit, memotong kuku, membaca al-Fatihah seribu kali. Karena perbuatan tersebut di atas diperintahkan oleh syari’at setiap saat, dan adapun mengususkannya pada hari 10 Muharram tidak berdasar sama sekali.<br />
3. &#8216;Asyura Menurut Tradisi dan Kultur Kejawen<br />
Ternyata kalau kita renungkan dengan cermat apa yang dilakukan oleh mereka di dalam bulan Suro adalah merupakan akulturasi Syi&#8217;ah animesme, dinamisme dan Arab Jahiliyah. Dulu, orang Quraisy Jahiliyah pada setiap &#8216;Asyura selalu mengganti Kiswah Ka&#8217;bah (kain pembungkus Ka&#8217;bah). Kini orang Jawa mengganti kelambu makam Sunan Kudus pada bulan Suro juga.<br />
Di Solo orang-orang berkumpul berdesak-desakkan demi mendapatkan kotoran kebo kyai slamet, ngalap berkah, dan berbagai tindakan kemusyrikan lainnya. </p>
<p>Hijriyah tahunnya umat Islam<br />
Suatu ketika Umar bin Khottob ra mendapatkan sebuah cek bertuliskan dari fulan kepada fulan lain yang berutang bahwa waktu pelunasannya di bulan Sya’ban. Umar berkata, “Sya’ban yang mana? Apakah Sya’ban tahun ini atau tahun sebelumnya atau tahun depan? Kemudian beliau mengumpulkan para sahabat untuk diajak bermusyawarah menentukan sebuah penanggalan agar manusia dapat mengetahui waktu pelunasan utang-utang mereka serta perkara-perkara lainnya.”<br />
Ada yang menginginkan agar penanggalannya seperti penanggalan raja-raja Parsia—setiap kali dari mereka ada yang meninggal maka mereka menentukan penanggalan lagi dari penguasa setelahnya—namun Umar tidak menyukainya. Ada pula yang mengusulkan, ”Buatlah penanggalan seperti penanggalan Romawi dari zaman Askandar bin Pilips al Maqduniy.” Namun Umar pun tidak menyukainya.<br />
Ada yang mengatakan, ”Buatlah penanggalan dari hari kelahiran Rasulullah saw.” Ada yang mengatakan, ”..dari waktu diutusnya saw.” Ali bin Abi Thalib dan yang lainnya menyarankan agar penanggalan dimulai sejak waktu hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah dikarenakan hal itu lebih dikenal oleh setiap orang. Hijrah beliau SAW lebih diketahui daripada waktu kelahiran dan diutusnya menjadi Rasul.” Maka umar dan para sahabat menerima usulan ini dan memerintahkan agar penanggalan dimulai dari waktu Hijrah Rasulullah SAW.<br />
Mereka memulai penanggalannya pada awal tahun itu yaitu bulan Muharram, menurut Imam Malik. Sedangkan diceritakan dari as Suhaily dan yang lainnya bahwa awal tahun diambil dari Robiul Awal saat kedatangan Rasulullah SAW ke Madinah. Adapun jumhur ulama berpendapat bahwa awal tahun itu adalah Muharram dan ia adalah awal tahun arab. </p>
<p>Ibnu Hajar menyebutkan saat mereka berselisih didalam penentuan penanggalan itu, Umar mengatakan, ”Hijrahlah yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan maka mulailah penanggalan darinya.” Dan peristiwa ini terjadi ditahun 17 H.<br />
Ia juga menyebutkan tatkala para sahabat bersepakat dengan hijrahnya Rasulullah SAW sebagai penanggalan lalu ada yang mengusukan, ”Mulailah dari bulan Ramadhan.” Maka Umar mengatakan, ”Akan tetapi.. mulailah dari bulan Muharam karena ia adalah bulan haram dan dia adalal awal tahun keberangkatan manusia untuk pergi berhaji dan para sahabat pun setuju.”<br />
Demikianlah sejarah dimulainya penanggalan di dalam Islam yang kemudian menjadi salah satu ciri khas kaum muslimin yang membedakan mereka dari orang-orang Nasrani atau yang lainnya. Namun sangat disayangkan bahwa kebanyakan kaum muslimin saat ini sudah melupakan penanggalan islam dan beralih kepada penanggalan barat (Masehi).<br />
Tidak jarang dari umat ini yang tidak tahu atau tidak hafal nama-nama bulan yang ada didalam tahun Hijriyah berbeda ketika ia diminta menyebutkan urutan bulan-bulan Masehi. Padahal bulan-bulan Hijriyah adalah syiar kita kaum muslimin dan ketika kita memasyarakatkannya maka kita telah mendakwahi islam ditengah-tengah mereka.</p>
<p>Pada dasarnya adanya pergantian malam dan siang, bulan serta tahun terdapat hikmah dan pelajaran yang agung bagi setiap orang yang mau berfikir. Allah SWT berfirman,<br />
   •  •      <br />
Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan. (QS. An-Nur: 44)</p>
<p>Waktunya intorspeksi diri<br />
Sudah merupakan keharusan bagi setiap muslim agar senantiasa interopeksi diri setiap saat dan setiap waktu sehingga dia tetap bisa istiqamah dan terjaga dalam beragama atas dasar pemahaman yang benar dan lurus dan tidak salah sangka terhadap dirinya dengan mengganggap telah berbuat sebaik-baiknya padahal tidak demikian. Allah SWT berfirman, artinya: “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka telah berbuat sebaik-baiknya.&#8221; (QS al-Kahfi: 104).</p>
<p>Demikian halnya, manakala datang tahun baru hijriyah, ditandai dengan datang Muharram, berarti kita telah berpisah dengan tahun sebelumnya dan akan menyambut tahun yang akan datang, tahun yang baru, maka apakah yang telah kita tinggalkan dari sekian amal perbuatan untuk tahun kemarin? Wallahu A&#8217;lam [yd]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelbuletin.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelbuletin.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelbuletin.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelbuletin.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelbuletin.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelbuletin.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelbuletin.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelbuletin.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelbuletin.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelbuletin.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelbuletin.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelbuletin.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelbuletin.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelbuletin.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=48&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/19/orang-bilang-bulan-suro-itu-keramat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a17abce3b59ce30400d743b3775ac3a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelbuletin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CINTA TIDAK SEKEDAR COKLAT</title>
		<link>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/19/cinta-tidak-sekedar-coklat/</link>
		<comments>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/19/cinta-tidak-sekedar-coklat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 00:56:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelbuletin</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel buletin]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelbuletin.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari gini nggak sedikit remaja ngerubung mall dan toko-toko suvenir. Nggak sekadar window shopping atau cuci mata, mereka udah megang duit untuk beli kartu cinta, setangkai kembang, dan sebatang coklat. Tiga barang itu memang sudah lengket banget dengan V-Day dan tanda kasih sayang. Sobat muda muslim sudah banyak yang nggak mikir lagi gimana sejarahnya Valentien [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=46&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari-hari gini nggak sedikit remaja ngerubung mall dan toko-toko suvenir. Nggak sekadar window shopping atau cuci mata, mereka udah megang duit untuk beli kartu cinta, setangkai kembang, dan sebatang coklat. Tiga barang itu memang sudah lengket banget dengan V-Day dan tanda kasih sayang.<br />
Sobat muda muslim sudah banyak yang nggak mikir lagi gimana sejarahnya Valentien Day apalagi soal boleh nggaknya kita-kita yang muslim ikut terjun merayakannya. Pokoknya seru, bisa berkasih sayang, bisa ekspresikan rasa cinta, dan pastinya dapat something special dari someone.<span id="more-46"></span><br />
Nggak Ragu Lagi<br />
Sudah deh, kita udah sering banget ngebahas soal sejarah V-Day itu. Banyak banget hal-hal yang datang dari luar Islam. Ada campuran mitologi bangsa Yunani dan agama Kristen. Ada dewa asmara, yang bersayap dan terbang ke mana-mana bawa panah amor (cinta). Dewa asmara ini konon ngebidik pria dan wanita biar jatuh cinta. Katanya sih!.<br />
And so on dalam sejarahnya, V-Day juga identik dengan budaya Nasrani. Yang katanya ada pendeta bernama St. Valentine yang menikahkan secara diam-diam para pemuda dan pemudi padahal dibawah ancaman kekaisaran Romawi.<br />
Jadi, mau apalagi? Dilihat dari sana sini V-Day itu nggak bisa dihalalkan. Kelewat banyak yang haramnya, lho! Mulai dari menyerupai orang kafir, merayakan hari raya mereka, sampai ekspresi cinta dan kasih sayang yang nggak syar’i. Allah Swt. berfirman:<br />
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi al-Kitab, niscaya mereka akan mengem-balikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.” (QS. Ali Imran [3]: 100)<br />
Bukan Sebatang Coklat<br />
Sobat, lagian kalo dipikir, sempit banget kalo cinta itu kudu diekspresikan hanya pada hari tertentu, katakanlah pas V-Day. Berarti selama 364 hari dalam setahun kemana aja tuh cinta berlari? Bukannya cinta itu kudu tumbuh dan berkembang setiap hari? Kapan pun, seorang remaja muslim kan kudu menebar cinta dan kasih sayang pada sesama.<br />
Yup, Islam itu agama yang ngajak umatnya untuk love and care pada sesama. Sabda Nabi shalallahu’alaihi wasallam: “Orang yang berbelas kasih akan dikasihi oleh Allah Yang Maha Pengasih, maka kasihilah penduduk bumi niscaya engkau akan dikasihi oleh penduduk langit.” (HR Abu Daud)<br />
Jangan lupa, Allah Ta’ala itu kan zat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bukan dewa yang haus darah. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang indah: “Allah menciptakan kasih sayang dalam seratus bagian, kemudian menetapkan 99 bagian di sisi-Nya dan menurunkan satu bagian ke bumi, dari satu bagian inilah semua makhluk saling mengasihi hingga seekor kuda mengangkat kaki dari anaknya karena khawatir menginjaknya.”<br />
Tuh, berkat cinta dan kasih sayang sampai-sampai induk hewan pun nggak meng-injak anaknya. So, pendek banget kalo cinta cuma diekspresikan dalam sebatang coklat, atau kartu cinta, apalagi boneka Teddy Bear.<br />
Malah seringkali terjadi kasih sayang yang nggak pas. Contohnya begini, ada remaja yang bisa menyatakan cinta pada seseorang, tapi nggak pernah bilang sayang sama ortu. Bisa ngasih coklat pada doinya, tapi nggak pernah ngasih sesuatu yang istimewa untuk bundanya. Siap anter-jemput si dia setiap saat (persis tukang ojek), tapi pasang muka bete kalo disuruh nemenin ibu ke pasar.<br />
Sobat, jangan berani bilang cinta dan kasih sayang sebelum kamu-kamu bener-bener cinta pada Allah, RasulNya dan Jihad fi sabilillah. Pasalnya, tiga perkara itu yang kudu dicintai bener-bener sebelum cinta kepada yang laen. Yang tak kalah pentingnya yakni cinta kepada ortu. Tentang cinta pada ortu pernah ditanyakan oleh seseorang pada Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang lebih berhak aku layani dengan baik?” Rasulullah saw. menjawab, “Ibumu” (Rasulullah mengulangnya tiga kali) lalu menjawab “kemudian ayahmu.” (HR Bukhari)<br />
Sobat, cinta itu lebih luas dari sebatang coklat, lebih indah dari selembar kartu Valentine, apalagi disamakan dengan boneka. Cinta itu kudu dibarengi dengan pengorbanan, dan pengorbanan yang paling utama adalah tunduk pada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Orang yang berani tunduk pada Allah Ta’ala berarti dia bakal siap berkasih sayang dengan sepenuh hati dan pastinya bertanggung jawab.<br />
Tapi orang yang nggak mau cinta pada Allah Ta’ala, nggak ada jaminan tuh orang bakal bertanggung jawab. Lha, Allah aja udah dia khianati apalagi yang laen? Tul, nggak? Apalagi sewaktu pacaran udah minta macem-macem; peluk, cium, eh minta hubungan layaknya suami-istri lagi. Wah, tendang aja kalo ada cowok or cewek yang kayak begitu.<br />
So, jangan blinded by love deh. Buta karena cinta. Ati-ati dan waspada!<br />
Penjajahan Barat dan Kapitalisme<br />
Disadari atau tidak, aneka perayaan V-Day yang marak pada setiap tanggal 14 Febuari, sebenarnya adalah produk penjajahan Barat dan Kapitalisme. Barat bukan aja berhasil ngejajah umat muslim secara politik dan ekonomi, tapi juga secara budaya. Buktinya, apa yang lagi tren di Barat selalu di-copy dan di-paste sama anak-anak muslim. Termasuk V-Day ini, padahal banyak yang tidak tahu akar sejarahnya dan juga hukumnya dalam pandangan Islam. Malah, di beberapa kota di tanah air, mulai disemarakkan juga pesta Halloween oleh kalangan muda.<br />
Efek yang lebih parah dari penjajahan budaya ini adalah rusaknya moral bahkan akidah umat Islam. Di kalangan muda, pacaran udah dianggap “rukun”-nya jadi anak muda. Bukan sekadar pacaran, tapi aktivitas dalam pacaran yang mendekati zina juga udah dianggap lumrah. Wah ini sudah kelewat batas!<br />
Kapitalisme Barat juga menyusupkan penjajahan ekonominya lewat budaya. Para pengusaha diuntungkan berat lho dengan adanya V-Day. Aneka produk yang terkait dengan V-Day laris manis; coklat, kartu ucapan, boneka-boneka, sampai hotel-hotel. Jadi sebetulnya siapa yang diuntungkan? Pastinya para pengusaha.<br />
Sobat, udah waktunya deh buka perasaan dan pikiran, bahwa ada agenda terselubung yang berbahaya di balik selebrasi V-Day. Bahwa hari berkasih sayang udah dimanipulasi sedemikian canggihnya oleh kaum imperialis untuk memperdaya anak-anak muslim nan lugu. Para remaja dan pemuda muslim yang awam dari agamanya, terus dimanjakan dengan perayaan-perayaan seperti ini.<br />
Bukan sekadar keyakinan, tapi moralnya juga ikut dibombardir oleh budaya liberal Barat, yakni pergaulan bebas. Kasih sayang yang sebenarnya karunia Allah dinodai dengan aktivitas pacaran sampai hubungan bebas yang kebablasan. Di negara-negara Barat, perayaan V-Day memang nggak lepas dari seks pranikah. Maka di Inggris, pekan Valentine dijadikan bagian dari kampanye penggunaan alat kontrasepsi; kondom. Karena begitu tingginya aktivitas seks pranikah (baca: zina) pada saat itu. Tapi supaya tetep terkesan romantis, di’bungkus’lah oleh coklat dan setangkai mawar.<br />
Sobat, nyadar dong, bahwa kita tuh sudah kelamaan dijajah oleh musuh-musuh Islam. Benteng kita udah dijebol luar dan dalam. Saatnya bangkit melawan penjajahan budaya Barat. Ngaji deh yang semangat. Pelajari Islam dengan seksama, yakini bahwa Islam itu sistem kehidupan yang benar, ideologi yang keren dan nggak ada yang sekeren Islam. Buktikan kalo ada yang lain. Sebab, kata Nabi.: “Islam itu tinggi dan tak ada yang setinggi Islam.”<br />
Apa yang dikerjakan oleh banyak orang belum tentu kebenaran. Karena kebenaran tidak ditampakkan oleh banyaknya pengikut, tapi sumber kedatangannya. Meski sekarang orang yang menentang V-Day dan memper-juangkan syariat Islam nggak sebanyak kalangan pro Barat, tapi kebenaran itu ada pada mereka. Karena kebenaran itu datang dari Allah (al-Quran) dan RasulNya (as-Sunnah). Kalo nggak percaya pada Allah Ta’ala dan RasulNya, lalu percaya pada siapa lagi, dong? Sungguh terlalu! [arkan] dinukil dari gaulislam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelbuletin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelbuletin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelbuletin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelbuletin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelbuletin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelbuletin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelbuletin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelbuletin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelbuletin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelbuletin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelbuletin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelbuletin.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelbuletin.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelbuletin.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=46&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/19/cinta-tidak-sekedar-coklat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a17abce3b59ce30400d743b3775ac3a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelbuletin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEBAB-SEBAB TURUNNYA RIZKI</title>
		<link>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/19/sebab-sebab-turunnya-rizki/</link>
		<comments>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/19/sebab-sebab-turunnya-rizki/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 00:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>artikelbuletin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel buletin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelbuletin.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=44&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup. </p>
<p>Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka. <span id="more-44"></span></p>
<p>Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut: </p>
<p>Takwa Kepada Allah<br />
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman, artinya,<br />
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3) </p>
<p>Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.<br />
Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, &#8220;Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya.” </p>
<p>Allah swt juga berfirman, artinya,<br />
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. 7:96) </p>
<p>Istighfar dan Taubat<br />
Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,<br />
“Maka aku katakan kepada mereka:&#8221;Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun&#8221; niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. 71:10-12)<br />
Al-Qurthubi mengatakan, &#8220;Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan.&#8221; </p>
<p>Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah&#8221;, lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah&#8221;. Ada lagi yang mengatakan, &#8220;Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!&#8221; Maka beliau menjawab, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah&#8221;. Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, &#8220;Beristighfarlah kepada Allah.&#8221;<br />
Maka orang-orang pun bertanya, “Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar.&#8221; Beliau lalu menjawab, &#8220;Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red) </p>
<p>Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan. </p>
<p>Tawakkal Kepada Allah<br />
Allah swt berfirman, artinya,<br />
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. 65:3)<br />
Nabi saw telah bersabda, artinya,<br />
&#8220;Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.&#8221; (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani) </p>
<p>Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata. </p>
<p>Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia. </p>
<p>Silaturrahim<br />
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:<br />
-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,<br />
&#8221; Dari Abu Hurairah ra berkata, &#8220;Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, &#8220;Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim.&#8221; (HR Al Bukhari)<br />
-Sabda Nabi saw, artinya,<br />
&#8220;Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, &#8221; Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.&#8221; (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)<br />
Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram. </p>
<p>Infaq fi Sabilillah<br />
Allah swt berfirman, artinya,<br />
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. 34:39)<br />
Ibnu Katsir berkata, &#8220;Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak.&#8221;<br />
Juga firman Allah yang lain,artinya, </p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:267-268)<br />
Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, &#8220;Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu.&#8221; (HR Muslim) </p>
<p>Menyambung Haji dengan Umrah<br />
Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas&#8217;ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,<br />
&#8220;Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.&#8221; (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)<br />
Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji. </p>
<p>Berbuat Baik kepada Orang Lemah<br />
Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,<br />
&#8220;Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian.&#8221; (HR. al-Bukhari)<br />
Dhu&#8217;afa&#8217; (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya. </p>
<p>Serius di dalam Beribadah<br />
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, &#8220;Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman, artinya,<br />
&#8220;Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu.&#8221;<br />
Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu&#8217; hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.<br />
Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin. </p>
<p>( Sumber: Kutaib “Al Asbab al Jalibah lir Rizqi”, al-qism al-ilmi Darul Wathan. )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/artikelbuletin.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/artikelbuletin.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/artikelbuletin.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/artikelbuletin.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/artikelbuletin.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/artikelbuletin.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/artikelbuletin.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/artikelbuletin.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/artikelbuletin.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/artikelbuletin.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/artikelbuletin.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/artikelbuletin.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/artikelbuletin.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/artikelbuletin.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=artikelbuletin.wordpress.com&amp;blog=11488206&amp;post=44&amp;subd=artikelbuletin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://artikelbuletin.wordpress.com/2010/03/19/sebab-sebab-turunnya-rizki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a17abce3b59ce30400d743b3775ac3a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">artikelbuletin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
